Posyandu Keluarga Inklusi dan Disabilitas, Bukti Akses Layanan Kesehatan yang Setara

Yovie Wicaksono - 20 December 2023

SR, Malang – Yayasan Sheep Indonesia (YSI) bersama dengan Lingkar Sosial Indonesia (Linksos) menggelar Seminar Posyandu Keluarga Inklusi dan Posyandu Disabilitas untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik, Rabu (20/12/2023).

Wakil Direktur YSI, Wahyu Wibisono mengatakan, seminar ini sebagai kegiatan tindak lanjut setelah sebelumnya dilakukan penyusunan buku panduan pelaksanaan posyandu keluarga inklusi dan buku penyelenggaraan posyandu disabilitas.

“Adanya kegiatan ini diharapkan kita bisa bersama-sama menjadi suatu jaringan membangun kekuatan agar program berjalan di masyarakat dan semangat kader juga akan semakin tinggi,” ujarnya.

Atas susunan buku tersebut, Iskandar Leman, penanggap seminar menjelaskan, terdapat delapan hal yang menarik dari buku ini.

“Delapan hal yang menarik dari buku ini adalah adanya landasan hukum, pengertian dasar, fungsi, manfaat, alur, tabel yang memudahkan pembaca, keterlibatan multi pihak dan daftar pustaka,” katanya.

Sementara itu, Yovinus Guntur, penanggap dari Super Radio mengungkapkan, secara umum buku ini memuat tiga aspek penting.

“Aspek filosofis mengenai disabilitas adalah bagian dari ragam manusia, aspek yuridis tentang penghormatan hak asasi manusia dan aspek sosiologis berkaitan dengan pemenuhan hak dan perlindungan disabilitas,” terangnya.

Perlu diketahui bahwa YSI dan Linksos mengupayakan peningkatan akses layanan kesehatan yang berbasis keluarga melalui program posyandu keluarga inklusi dan posyandu disabilitas.

Koordinator Komisi Pelayanan Kesehatan Primer YSI, Hariyoso mengungkapkan, inisiasi posyandu keluarga inklusi memiliki konsep layanan kesehatan berbasis keluarga dengan memberikan akses dan pelayanan setara, non diskriminatif dan berkeadilan untuk semua anggota keluarga.

“Posyandu Keluarga Inklusi bertujuan mendekatkan akses dan meningkatkan layanan kesehatan dasar kepada seluruh anggota keluarga termasuk penyandang disabilitas,” katanya.

Penyandang disabilitas memiliki kesamaan dan kesempatan yang sama untuk mengakses pelayanan kesehatan yang diperlukan. Salah satunya adalah hak untuk memperoleh terapi yang merupakan kebutuhan dasar bagi penyandang disabilitas.

“Para terapis dihadirkan di faskes tingkat satu yakni di posyandu disabilitas,” terang Ketua Pembina Linksos, Kertaningtyas.

Merespon kegiatan ini, Deka Kurniawan selaku Wakil Ketua Komisi Nasional Disabilitas (KND) menegaskan, pihaknya akan melakukan koordinasi di tingkat pusat.

“KND siap mengafirmasi konsep dan praktik baik ini kepada Presiden dan Kementerian terkait agar diperkuat regulasi dan kebijakan yang lebih signifikan dan bermakna,” tegasnya. (nio/red)

Tags: ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.