Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Ini Pesan Khofifah

Yovie Wicaksono - 20 May 2021
Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Ini Pesan Khofifah. Foto : (Super Radio/Hamidia Kurnia)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-113, di halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (20/5/2021). Dalam acara kali ini, pihaknya mengambil tema “Bangkit, Kita Bangsa yang Tangguh”  dan ditayangkan juga di kanal youtube KOMINFO MMC.

Adapun peserta yang hadir yakni satu unit Korsa Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Timur (Jatim), satu regu gabungan TNI dan Polwan, satu regu gabungan TNI AD, TNI AL, TNI AU, satu regu Polisi Republik Indonesia, satu regu Korpri Bappeda Provinsi Jatim, serta satu regu pramuka.

Pada kesempatan tersebut, Khofifah yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan sambutan dari Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johnny G. Plate yang menyatakan bahwa Hari Kebangkitan Nasional ini hendaknya menjadi pengingat bagaimana 113 tahun yang lalu perhimpunan Boedi Oetomo terbentuk dan meletakan dasar-dasar kebangkitan nasional bagi bangsa Indonesia.

“Tiga hal penting yang diretas Boedi Oetomo yakni cita-cita untuk memerdekakan cita-cita kemanusiaan, memajukan nusa dan bangsa, serta  mewujudkan kehidupan bangsa yang terhormat dan bermartabat di mata dunia. Tiga hal inilah yang merupakan substansi makna Kebangkitan Nasional yang harus dipertahankan dan diaktualisasikan lintas generasi” ujarnya.

Pada saat itu, di tengah ancaman perpecahan antar organisasi golongan dan ideologi, Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno menetapkan 20 Mei 1928 sebagai hari lahirnya Kebangkitan Nasional, dengan harapan, hal ini dapat mencegah perpecahan  golongan, sehingga melalui momen ini dapat bersatu melawan Belanda.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, sesuai dengan tema hari ini, diharapkan momen Kebangkitan Nasional bisa mengulang kembali semangat kebangkitan sebagai bangsa yang tangguh, terutama disaat seperti ini Indonesia sedang dihadapkan dengan pandemi Covid-19 yang belum berakhir, dan hoax yang masih merajalela.

“Tema ini mengingatkan bahwa semangat Kebangkitan Nasional mengajari kita untuk selalu optimis menghadapi masa depan, kita hadapi semua tantangan dan persoalan bersama-sama sebagai pewaris ketangguhan bangsa ini,” katanya.

“Tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah melanda secara global lebih dari setahun ini, tangguh juga dalam menghadapi beragam tantangan dalam masa pandemi dengan beredarnya banyak disinformasi dan hoax,” sambungnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan ruang digital secara bijak dan tepat, terlebih sejak pandemi dimana kita dipaksa mengubah kebiasaan dari non digital menjadi digital.

“Pandemi Covid-19 berhasil mengubah kebiasaan kita secara drastis, jadi mari kita manfaatkan ruang digital secara tepat dan bijak, katakan tidak pada segala jenis hoax, ujaran kebencian, dan berbagai jenis penyalahgunaan ruang digital yang mencederai semangat persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Tangguh dalam kebersamaan untuk memulihkan ekonomi nasional, yang bisa memanfaatkan peluang di ekonomi digital,” pungkasnya. (hk/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.