Peringati Hari Santri Nasional 2019, PWNU Jatim Gelar Berbagai Acara

Yovie Wicaksono - 12 October 2019
Ketua Panitia Peringatan HSN 2019 PWNU Jatim, KH.Abdussalam Shohib (Gus Salam), ketika di wawancarai Super Radio di Kantor PWNU Jatim, Sabtu (12/10/2019). Foto : (Super Radio/Wawan Gandakusuma)

SR, Surabaya – Menyambut Hari Santri Nasional (HSN), yang diperingati setiap 22 Oktober, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur (PWNU Jatim) menyelenggarakan serangkaian acara. Salah satu acaranya adalah pengajian umum dengan mendatangkan KH.Bahauddin Nur Salim dari Rembang, Jawa Tengah, yang dikenal akrab dengan panggilan Gus Baha, pada Sabtu siang (12/10/2019).

Dijelaskan oleh Ketua Panitia Peringatan HSN 2019 PWNU Jatim, KH.Abdussalam Shohib (Gus Salam), diundangnya Gus Baha mengaji di Kantor PWNU Jatim adalah untuk menjawab respon dari warga NU, bahwa pengajian ala Gus Baha saat ini tengah viral dan disukai oleh berbagai kalangan. Gus Baha dikenal dengan isi dakwah yang bahasa tuturnya mudah dimengerti, tetapi tidak lepas dari literatur klasik dan latar belakang keilmuannya yang luas sebagai ahli tafsir Al Quran.

“Kenapa kita mengadakan pengajian ini? Karena kita tahu bahwa pengajian-pengajian yang efektif praktis di media sosial ini pengaruhnya sangat besar. Dan Gus Baha ini alhamdulillah adalah salah satu kader Nahdlatul Ulama yang pada akhirnya mampu untuk menjadi perhatian di media sosial dengan konten-konten dakwah yang beliau lakukan,” tutur Gus Salam yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PWNU Jatim, ketika ditemui awak media.

Selain viralnya pengajian di media sosial, substansi yang ingin disampaikan oleh PWNU Jatim kepada masyarakat, kata Gus Salam, bahwa Gus Baha adalah ulama produk asli pesantren tradisional di Indonesia.

“Gus Baha ini adalah ulama yang pendidikannya murni di Indonesia. Beliau belajar di dua pesantren, yang pertama di pesantren ayahnya sendiri, dilanjutkan belajar di pesantren Sarang, Rembang (asuhan almarhum Mbah Maimoen Zubair), tapi keilmuannya diakui oleh semua orang. Ini penting kita narasikan, bahwa Indonesia dalam sisi kualitas keilmuan agama khususnya, adalah tidak kalah dengan yang lain (luar negeri). Sehingga kita harus bangga dengan pendidikan agama di negeri sendiri,” ujar pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif, Denanyar, Jombang.

Selain menyelenggarakan pengajian Gus Baha bersama Gus Kautsar dari Pesantren Ploso, Kediri dan Gus Reza dari Pesantren Lirboyo, Kediri, PWNU Jatim juga mengadakan acara-acara lain semisal pengajian bersama Gus Miftah dari Yogyakarta di eks lokalisasi Dolly, Surabaya, beberapa waktu lalu. Termasuk nantinya akan membuat acara sholawatan massal yang juga akan diisi oleh pengajian tentang ilmu hadits, yang sanad (sambungan keilmuan) haditsnya akan diijazahkan oleh beberapa Kiai.

Sementara acara puncaknya, akan dilaksanakan pada 27 Oktober mendatang, bertajuk “Santri Culture Night Festival”, di Jalan Masjid Al Akbar, Surabaya. Nantinya di acara puncak peringatan HSN PWNU Jatim 2019 rencananya akan dihadiri oleh Wakil Presiden Terpilih, KH.Ma’ruf Amin. (wg/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.