Transisi Pasca PSBB Malang Raya Resmi Diperpanjang Tujuh Hari

Yovie Wicaksono - 6 June 2020
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat melakukan rapat di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (9/5/2020). Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Transisi pasca Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah Malang Raya resmi diperpanjang hingga tujuh hari ke depan atau hingga 13 Juni 2020.

“Panduan dari WHO salah satu syarat menuju new normal rate of transmission harus kurang dari satu, sedangkan per hari ini rate of transmission Malang Raya masih 1,23 jadi belum bisa new normal,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat video conference dengan tiga kepala daerah se Malang Raya, di Gedung Negara Grahadi, Jumat (5/6/2020) malam.

Dikatakan Khofifah, Sabtu (6/6/2020) adalah hari terakhir transisi pasca PSBB. Karena rate of transmission tidak memenuhi panduan WHO maka terhitung mulai Minggu (7/6/2020), transisi kedua dimulai.

Khofifah mengungkapkan, seperti yang disampaikan Bupati Malang,  Wali Kota Malang, dan Wali Kota Batu bahwa tidaklah mudah mengubah kultur masyarakat untuk disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dari laporan bapak ibu bupati dan wali kota diketahui jika banyak masyarakat yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan selama masa transisi,” ucapnya.

Khofifah berharap,  kampung tangguh di Malang Raya bisa menjadi sarana pendisiplinan masyarakat dari lini paling bawah. 

“Kampung tangguh sudah jadi rule model, dan harus dijalankan bukan hanya masa transisi tetapi juga saat penerapan new normal,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku siap menjalankan masa transisi tahap dua agar terus menekan angka penularan Covid-19 di wilayahnya. 

“Kami tidak buru-buru masuk new normal, kami takut nanti akan menambah jumlah pasien positif akibat banyaknya masyarakat yang tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Bupati Malang, Sanusi minta agar Rumah Sakit Prima Husada bisa dijadikan tempat rujukan. “Kami siap menjalankan transisi kedua, tapi kami juga berharap Rumah Sakit Prima Husada jadi tempat rujukan agar pelayanan kesehatan bisa maksimal,” jelasnya.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko juga sepakat kalau masa transisi diperpanjang agar angka positif Covid-19 Malang Raya bisa terus ditekan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.