Perajin Barongsai di Sidoarjo Mulai Kebanjiran Pesanan
SR, Sidoarjo – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili. Pengrajin barongsai di Kabupaten Sidoarjo mulai kebanjiran pesanan. Seperti yang terlihat pada rumah tempat pembuatan barongsai dan naga liong di Perum Shoji Land, Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi.
Beberapa barongsai dan naga liong sedang dalam proses perakitan. Meski begitu, pengrajin barongsai generasi kedua itu telah mengerjakan belasan barongsai seorang diri. Keterampilannya itu didapatkan dari orang tuanya.
Julius Setiawan, memproduksi barongsai dan liong naga di Kabupaten Sidoarjo. Pria 30 tahun ini sudah membuat 12 barongsai dan dua naga liong menjelang perayaan Imlek 2025.
Dia makin semangat membuat barongsai karena kesenian ini sudah resmi menjadi cabang olahraga yang masuk dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), bahkan dipertandingkan saat Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Pesanan datang dari Jawa Timur saja, dari yang kenal-kenal. Nanti rencana ke depan akan memasarkan melalui market place,” kata, Julius Sabtu (18/1/2025).
Julius, satu-satunya pengrajin barongsai di Sidoarjo, mengungkapkan bahwa pesanan tahun ini mulai meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, meski peningkatan tidak terlalu signifikan. “Meningkat antara lima sampai enam pesanan setiap tahunnya. Semenjak usai pandemi, pesanan mulai kembali normal,” ucapnya.
Menurutnya, pasca berlalunya pandemi juga menjadi salah satu alasan mulai meningkatnya orderan barongsai masuk dari berbagai daerah Jawa Timur. Keseluruhan orderan yang digarapnya ini di antaranya adalah pembuatan barongsai baru, pembuatan liong naga dengan panjang 18 meter hingga pernak-pernik aksesoris untuk tarian barongsai lainnya.
“Kalau tahun ini banyak barongsainya. Kalau liang liong itu pengerjaannya butuh waktu sekitar dua bulan, karena badannya yang panjang. Kalau barongsai paling lama satu bulan, mulai dari kepala fullset badan sama celana,” tuturnya.
Untuk orderan barongsai tahun ini, tidak ada motif khusus yang dipesan. Melainkan, pemesan memilih request warna yang cerah. Selain itu, harga yang dibanderol pun relatif terjangkau, untuk satu set barongsai dia membanderol dengan harga Rp 4 juta sampai Rp 7 juta.
“Kalau untuk liang liong dibanderol dengan harga Rp 8 juta sampai Rp 12 juta. Kalau untuk saat ini kesulitan bahan baku di Indonesia dari rotannya. Ada bahan yang impor juga dari Vietnam, biasanya Styrofoam,” jelasnya.
Dia menjelaskan, kerumitan dalam membuat barongsai yakni membuat rangka. Ada beberapa material yang memang harus didapatkan dengan impor, di antaranya, mata, jidat, hidung dan bulu. (*/rri/red)
Tags: perajin barongsai, sidoarjo
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





