Mahasiswa Untag Surabaya Pasang Lampu Darurat di Sudut Kampung
SR, Surabaya — Suasana malam di Kampung Ampel, Kelurahan Ampel, kini tak lagi sama. Sudut-sudut jalan yang biasanya gelap gulita dan terkesan mencekam saat malam hari terutama ketika pemadaman listrik melanda kini tampak lebih terang dan hidup.
Perubahan ini terjadi berkat inisiatif Mahasiswa Untag Surabaya yang secara swadaya memasang lampu darurat (emergency light) di sejumlah titik krusial kampung.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Menurut Ketua RW setempat, Pak Ezra warga kerap merasa khawatir dengan minimnya penerangan di gang-gang sempit dan tikungan kampung. Selain rawan memicu kecelakaan bagi pengendara motor dan pejalan kaki, kondisi gelap juga dikhawatirkan mengundang aksi kriminalitas.
“Kalau sudah mati lampu atau lewat tengah malam, sudut-sudut gang itu gelap sekali. Warga, terutama ibu-ibu dan anak-anak, sering takut lewat. Akhirnya, dari hasil rembukan bersama warga, kami sepakat untuk membeli dan memasang lampu darurat yang otomatis menyala,” ujar kelompok mahasiswa ini pada kordinasi bersama perangkat RW.
Proses pemasangan lampu dilakukan secara gotong royong oleh para mahasiswa Untag Surabaya pada akhir pekan lalu. Lampu-lampu darurat ini dipasang di dinding rumah warga yang menghadap langsung ke fasilitas umum, tiang listrik, hingga area dekat tempat pembuangan sampah yang sebelumnya minim cahaya.
Sistem yang digunakan pun cukup cerdas. jenis lampu darurat yang dilengkapi dengan baterai cadangan (atau: panel surya kecil). Sehingga, ketika aliran listrik dari PLN terputus, lampu tersebut akan otomatis menyala dan tetap menerangi jalanan kampung selama beberapa jam.
Inisiatif dari rekan rekan Untag Surabaya ini langsung menuai apresiasi dan respons positif dari warga sinoman maupun lansia. Ibu Siti Munawaroh, seorang pedagang yang sering pulang malam, mengaku kini merasa jauh lebih aman.
“Dulu kalau pulang jualan jam 10 malam terus pas mati lampu, rasanya was-was sekali lewat pertigaan itu. Sekarang alhamdulillah, sudah ada lampu darurat. Jadi biar mati lampu, jalanan tetap kelihatan terang,” ungkapnya lega.
Aksi nyata Mahasiswa Untag Surabaya ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu menunggu uluran tangan pemerintah. Melalui semangat gotong royong dan swadaya, masalah fasilitas publik yang mendesak pun bisa diselesaikan secara mandiri demi kenyamanan dan keselamatan bersama. (js/red)
Tags: keamanan lingkungan, lampu darurat, mahasiswa untag surabaya, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





