Penumpang Transportasi Umum Turun Hingga 70 Persen

Yovie Wicaksono - 21 March 2020
Ilustrasi. Suasana di Stasiun Surabaya Gubeng, Kamis (19/3/2020). Foto : (Super Radio/Fena Olyvira).

SR, Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan adanya penurunan signifikan jumlah penumpang transportasi umum dampak dari kebijakan pemerintah untuk menjalankan menjaga jarak (social distancing) di seluruh angkutan publik, baik darat, laut dan udara, serta adanya kebijakan bekerja dari rumah, guna mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

“Penurunannya mencapai 40-70 persen,” ujar Juru Bicara Kementerian Perhubungan, Adita Irawati di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Penurunan jumlah penumpang tersebut, kata Adita, di sisi lain menunjukkan keberhasilan dari upaya pemerintah untuk mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat yang lain.

“Penurunan jumlah penumpang ini juga mengurangi orang yang berkerumun di area publik. Segala upaya ini diharapkan dapat membantu secara signifikan upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19,” ucapnya.

 

Adita menjelaskan, Kementerian Perhubungan meminta seluruh operator transportasi, untuk menjalankan semaksimal mungkin upaya untuk turut memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19. Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain penyemprotan sarana dan prasarana angkutan publik, menyediakan hand sanitizer, mengukur suhu petugas maupun penumpang, dan mengatur sitting arrangement, serta menyediakan masker bagi penumpang yang sedang batuk atau flu.

Langkah lainnya adalah mengatur antrian penumpang agar terjaga jaraknya di area pelabuhan, bandara, stasiun, dan terminal bus. Langkah berupa pengurangan jumlah penumpang dalam satu gerbong kereta api misalnya hingga minimal 50 persen pun telah dijalankan.

Dalam menjalankan kebijakan tersebut, Kementerian Perhubungan juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan di daerah-daerah. (*/red)

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.