SR, Surabaya – Terhitung dua bulan sejak “Lapor Cak Eri” diluncurkan pada Mei 2026, platform tersebut sudah didominasi laporan pungutan liar (pungli) hingga aksi premanisme.
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyebut, tiap harinya, ada sekira 400 hingga 500 laporan yang masuk dari masyarakat Surabaya yang segera ditindaklanjuti.
Laporan yang paling menonjol, lanjutnya, berbagai masalah mulai dari ekonomi, sosial, hingga keamanan. “Ada masalah pungli, ada masalah jukir liar, dan ada masalah yang terkait dengan keluarga, yang terkait perundungan dan sebagainya,” ujar Eri saat ditemui, Sabtu (1/8/2026).
Eri menegaskan bahwa setiap ada laporan kekerasan, petugas akan langsung diterjunkan ke lokasi demi menjaga kondusivitas wilayah agar masyarakat tetap merasa aman.
Pihaknya pun menerapkan standar respons cepat untuk menangani ratusan keluhan tersebut. Setiap laporan yang masuk diwajibkan untuk mendapatkan penyelesaian teknis dalam waktu maksimal 1×24 jam oleh dinas atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Eri menjelaskan, sistem pelaporan ini sengaja didesain sebagai instrumen kontrol terhadap jajarannya. “Lapor ini itu untuk mengawasi OPD-OPD yang ada di tempat saya. Jadi, alhamdulillah sekarang sudah lebih cepat dalam penanganan di Kota Surabaya,” tuturnya.
Ketegasan juga diberlakukan bagi pimpinan OPD yang dinilai lamban atau tidak mampu memenuhi target waktu penyelesaian aduan. Wali Kota tidak segan untuk menjatuhkan sanksi administratif bagi instansi yang mengabaikan laporan warga.
“Ketika tidak diselesaikan oleh OPD yang bersangkutan, maka kita akan melakukan sanksi kepada OPD yang bersangkutan,” jelasnya.
Sistem penanganan cepat ini, diklaim memberikan dampak positif yang signifikan. “Selain masalah keamanan dan sosial, laporan mengenai infrastruktur seperti jalan berlubang juga tertangani lebih cepat, sehingga masyarakat merasa benar-benar dilindungi oleh pemerintah kota,” pungkasnya. (hk/red)
Tags: aduan warga, Eri cahyadi, premanisme, pungli, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





