Pentingnya Sosialisasi Perubahan Batas Usia Perkawinan

Yovie Wicaksono - 20 November 2019
Ilustrasi. Foto : (Thinkstock)

SR, Surabaya – DPR RI dan pemerintah telah menyepakati perubahan RUU Perkawinan Pasal 7 Ayat 1 terkait ketentuan batas usia perkawinan laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun.

Menanggapi kenaikan batas usia perkawinan perempuan dari 16 menjadi 19 tahun, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Hari Putri Lestari mengatakan, ketentuan tersebut tentu sudah melalui banyak pertimbangan, seperti hasil analisa maupun berdasarkan pengalaman di lapangan.

Ia mengatakan, sosialisasi terkait ketentuan tersebut merupakan tugas bersama, baik di tingkat pusat yakni Presiden melalui kementerian, di tingkat provinsi melalui gubernur beserta jajaran terkait, termasuk legislatif ketika berinteraksi dengan masyarakat dan di tingkat pemerintah kabupaten/kota dan jajarannya.

“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah fungsi sosialisasi itu akan optimal jika dilakukan oleh tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan juga harus dilibatkan,” ujarnya, Selasa (19/11/2019).

Menurutnya, jika hanya bergantung pada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten, sosialisasi tersebut tidak bisa optimal. Terlebih RT/RW juga harus tau dan paham akan ketentuan tersebut, karena garda terdepan untuk administrasi adalah di pihak RT/RW.

“Jadi ketika ada warganya yang mengajukan pernikahan di bawah ketentuan tersebut ya dinasehati agar ditunda, diberikan pemahaman bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan aturan hukum,” ujar politisi asal PDI Perjuangan ini.

Apalagi ketentuan tersebut berimbas kepada angka perceraian, angka kematian ibu, kesehatan reproduksi, serta kematangan psikologis maupun ekonomi.

“Ini yang harus disampaikan kepada masyarakat. Dan itu tidak bisa sekali dua kali, sosialisasi itu harus terus menerus dilakukan,” ujar perempuan yang akrab disapa Tari ini.

Terkait wacana sertifikat menikah, Tari juga mendukung hal tersebut, dimana sebelum menikah ada konseling, konsultasi pra nikah, berbicara bagaimana tentang usia kematangan, serta tujuan menikah.

“Konsultasi pra nikah sangat diperlukan. Agar mereka yang menikah benar-benar siap secara jasmani, batin dan ekonominya,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.