Penjahit Kediri Sumbangkan APD ke Rumah Sakit
SR, Kediri – Prihatin dengan semakin merebaknya virus corona (Covid-19), Ivan Brekele membuat baju alat pelindung diri (APD) untuk dibagikan ke rumah sakit terdekat yang selama ini menjadi rujukan pasien Covid-19.
Ia berharap dengan baju tersebut, para tenaga medis bisa fokus dan bekerja maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Saya merasa prihatin melihat situasi sekarang. Ini musibah tidak bisa diukur. Kita harus saling bekerjasama satu sama lain. Cuman ini yang bisa saya lakukan,” kata pria yang berprofesi sebagai penjahit ini, Rabu (8/4/2020).
Sebelum membuat baju APD, Ivan harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk mengetahui bahan baku yang digunakan. Dari koordinasi itulah, ia memutuskan menggunakan kain spunbond.
Menurut bapak satu anak ini, kain spunbond terdapat sedikit campuran water proof sehingga jika terkena percikan air ludah tidak sampai masuk ke dalam.
Untuk mendapatkan bahan baku di situasi sekarang ini tidaklah mudah, karena bahan kain tersebut banyak dicari oleh penjahit.
“Sekarang banyak yang cari, kalau datang 2 hari itu pun biasanya langsung habis,” ujar lulusan Desain Komunikasi Visual ini.
Stok kain yang ada saat ini, tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Minimnya ketersediaan bahan kain pembuat baju APD dikarenakan beberapa faktor, diantaranya pemilik usaha tekstil yang terpaksa menutup usahanya karena wabah corona.
Ivan sadar baju APD yang diproduksi tidak begitu banyak, karena prosesnya dikerjakan dari rumah jahitnya di Jalan Rinjani, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Ivan sudah 8 hari menjahit baju APD. Ia dibantu istri dan 1 karyawan. Total sudah 80 baju APD yang diproduksi. Untuk menyelesaikan semuanya, Ivan harus merogoh kocek pribadi sebesar Rp 2 Juta.
“Kloter ini sementara total ada 40 an baju yang Insya Allah besok siang akan saya sumbangkan di RS.Muhammadiyah, RSUD Gambiran dan RS Gumul, Kabupaten Kediri. Dan ini akan tetap berlanjut,” ujarnya.
Di sisi lain, Ivan akan tetap melayani pemesanan baju APD. Namun, untuk saat ini, ia lebih memilih menyelesaikan baju APD yang akan dibagikan ini.
“Pemesanan tetap saya layani dan harga tetap standart. Saya tidak jual kain tapi saya jual tenaga, minimal itu nanti bisa balik modal. Itu nanti sisanya dikembalikan lagi untuk bisa bantu didonasikan juga untuk beli bahan lagi,” terangnya.
Harga baju APD di pasaran saat ini berkisar Rp 40 ribu, hingga Rp 125 ribu dengan kualitas bahan yang lebih bagus. (rh/red)
Tags: Alat pelindung diri, COVID-19, Penanganan virus corona, Penjahit kediri, Penjahit Kediri Sumbangkan APD ke Rumah Sakit
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





