Pemkot Surabaya Gandeng 32 Kampus Perluas Beasiswa

Rudy Hartono - 6 February 2026
Penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kota Surabaya dengan 32 perguruan tinggi untuk memperluas bantuan pendidikan di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/2/2026). (sumber: rri) 

SR, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya menggandeng 32 perguruan tinggi untuk memperluas bantuan pendidikan. Kerja sama ini menyasar mahasiswa keluarga prasejahtera di Surabaya.

Sebanyak delapan perguruan tinggi negeri dan dua puluh empat perguruan tinggi swasta terlibat. Penandatanganan nota kesepahaman digelar di Balai Kota Surabaya, Kamis (5/2/2026).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan kerja sama akan terus diperluas. “Alhamdulillah, hari ini hampir seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta hadir,” katanya.

“Tadi tercatat sekitar 32 perguruan tinggi yang menandatangani kerja sama. Jumlahnya akan terus bertambah secara bertahap,” ujar Eri.

Jumlah penerima beasiswa meningkat dari tiga ribu menjadi dua puluh empat ribu mahasiswa. Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan anggaran sekitar seratus lima puluh hingga dua ratus miliar rupiah.

“Tahun ini lebih besar, tapi yang terpenting bukan jumlahnya, melainkan jangkauannya. Kebijakan ini diprioritaskan bagi keluarga prasejahtera desil satu sampai lima” terangnya.

Eri menyebut kebijakan ini membuktikan perubahan bisa dilakukan di perguruan tinggi. “Tapi hari ini terbukti bahwa perubahan bisa dilakukan, jika niatnya membantu rakyat kecil,” katanya.

Ia meminta mahasiswa yang keliru mengisi data ekonomi tetap melanjutkan kuliah. “Soal uang kuliah, biar menjadi tanggung jawab saya,” tegas Eri.

Rektor Universitas Negeri Surabaya Nurhasan mengapresiasi kebijakan tersebut. “Ini adalah program luar biasa untuk memutus rantai kemiskinan melalui SDM unggul. UNESA siap mendukung penuh, berapapun kuota yang ditugaskan oleh Pak Wali,” ujarnya.

Rektor Universitas Wijaya Putra Budi Endarto menilai kebijakan ini investasi sosial.

“Dulu bantuan hanya untuk PTN, sekarang mahasiswa di PTS yang ber-KTP Surabaya juga mendapatkan hak yang sama. Ini adalah social investment yang akan kita bawa ke tingkat nasional sebagai pilot project,” kata Budi.    (*/rri/red)

 

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.