Pemkot Surabaya dan Sejumlah Hotel Evaluasi MoU. Ini Hasilnya

Yovie Wicaksono - 25 November 2022
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

SR, Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan evaluasi terhadap Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah terjalin dengan sejumlah hotel. MoU itu berkaitan dengan penggunaan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta pemberdayaan masyarakat setempat.

Kegiatan evaluasi bersama ini dihadiri langsung Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, Jumat (25/11/2022).

Eri mengatakan, dari hasil evaluasi yang dilakukan, masih ada sejumlah kekurangan terhadap kerja sama tersebut. Salah satunya di pemkot yang belum bisa memenuhi pesanan sesuai dengan kriteria pengelola hotel.

“Sebenarnya saya tahu kalau kelemahannya ada di pemkot. Teman-teman hotel itu langsung WA (kontak) ke saya untuk menyampaikan bahwa mereka sudah ada contoh handuk, slipper, tapi sampai sekarang belum kembali,” kata Eri.

Meski begitu, kerja sama dengan sejumlah hotel di Kota Pahlawan ini ada yang sudah berjalan. Sebab, di setiap hotel itu memiliki kebutuhan dengan kualitas barang yang berbeda-beda. “Memang sekarang sudah ada yang jalan. Karena kan di setiap hotel pasti akan berbeda, tergantung kualitas dan kelasnya barang,” ujarnya.

Eri menegaskan, pihaknya sudah berkomitmen untuk mempermudah seluruh investasi di Kota Pahlawan. Untuk itu, ia berharap jika investasi yang dibangun seperti bidang perhotelan ini juga dapat berdampak positif bagi masyarakat yang tinggal di sekitar. “Sehingga masyarakat ini akan merasakan betul investasi di Kota Surabaya yang akan mempengaruhi kehidupan mereka dan ekonomi bergerak,” tegasnya.

Ditambahkan, hasil evaluasi terhadap kerja sama dengan pengelola hotel ini, progresnya sekarang sudah mencapai sekitar 40 persen. Sementara sisanya atau sekitar 60 persen, belum dapat berjalan karena sejumlah kendala.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Kota (Bappeko) Surabaya ini meminta jajarannya agar ke depan dapat dibentuk perwakilan pada setiap hotel. Perwakilan itu berasal dari pemilik atau pengelola yang dapat mengambil keputusan bersama dengan pemkot, asosiasi atau organisasi perhotelan.

Dengan demikian, ke depannya para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya, dapat memenuhi kebutuhan serta kualitas barang yang diinginkan oleh pihak pengelola atau pemilik hotel.

“Investasi dan kemudahan akan saya buka sebesar-besarnya di Kota Surabaya. Namun, tempat investasi yang dibangun di Surabaya ini juga saya harapkan bisa memberikan manfaat bagi warga Surabaya,” pintanya.

Sekadar informasi, saat ini ada 107 hotel di Surabaya yang telah menjalin Nota Kesepakatan Bersama (NKB) dengan Pemkot. (*/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.