Reses, Adi Sutarwijono Dorong Perluasan Kiprah Kaum Perempuan

Yovie Wicaksono - 14 May 2022

SR, Surabaya – Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono terus mendorong perluasan peran kaum perempuan di masyarakat di berbagai bidang. 

Hal tersebut disampaikan saat penjaringan aspirasi masyarakat atau reses di kalangan para bunda PAUD dan Kader Surabaya Hebat, di kawasan Mulyorejo, Jumat (13/5/2022) malam.

“Peran kaum perempuan terus diperluas dan memainkan peran penting di Kota Surabaya, dan di tanah air. Di semua bidang atau lini kehidupan, di semua tingkatan, semakin strategis peran sosial politik dan ekonomi perempuan. Dan, itu harus dikuatkan,” kata Adi, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya.

Ia memberikan contoh, di DPRD Kota Surabaya, kaum perempuan terus menduduki posisi strategis. Sejumlah politisi handal, menduduki pimpinan alat kelengkapan.

“Tiga dari empat ketua komisi, dipegang oleh politisi perempuan. Sedang di level pimpinan DPRD, dua dari empat diemban perempuan,” kata Adi Sutarwijono.

Dilanjutkan, mereka gigih memperjuangkan kepentingan masyarakat, terutama kepentingan para ibu dan anak-anak. 

“Seperti penguatan pendidikan gratis yang berkualitas di Kota Surabaya, untuk jenjang SD dan SMP negeri. Kebijakan pemberian seragam gratis bagi siswa yang tidak mampu atau MBR,” lanjutnya.

Begitu pula kebijakan permakanan, pemberian makanan tambahan atau PMT bagi lansia dan balita, kepemudaan, kesehatan, dan sebagainya. 

“Para anggota Dewan yang perempuan adalah pejuang-pejuang gigih sejauh untuk kepentingan masyarakat,” kata Adi.

Di Surabaya, kata dia, kaum perempuan mendapat teladan yang sangat baik dari peran Bu Risma atau Tri Rismaharini. Sejak menjadi walikota perempuan Surabaya yang pertama kali hingga mendapatkan penugasan menjadi menteri sosial.

“Ibu Risma telah berhasil memimpin Kota Surabaya, sebagai walikota perempuan yang pertama kali, dan banyak menghasilkan kemajuan, kesejahteraan, kebijakan-kebijakan pro-rakyat,” kata dia.

Adi juga menyinggung tentang pemberlakuan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), yang disahkan dalam rapat paripurna DPR RI di bawah kepemimpinan Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Ibu Puan Maharani adalah Ketua DPR RI yang perempuan pertana kalI,” kata Adi.

Juga, baru saja Presiden Republik Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, mendapatkan penghargaan Profesor Kehormatan dari Seoul Institute of the Arts (SIA), Korea Selatan, Rabu (11/5/2022).

“Tentu ini membanggakan bagi bangsa Indonesia dan inspiratif, terutama kaum perempuan. Karena penghargaan itu merupakan pengajuan dunia internasional terhadap kiprah Ibu Megawati Soekarnoputri. Beliau juga menjadi utusan perdamaian untuk Semenanjung Korea,” ujar Adi. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.