Pemerintah Siapkan MBG Lansia Usia 75 Tahun Keatas yang Tinggal Sendiri
SR, Jakarta – Pemerintah tengah menyiapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi lanjut usia (lansia), dengan sasaran kelompok umur 75 tahun ke atas, yang tinggal sendirian. Program ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan gizi lansia, sekaligus menjaga kualitas kesehatan mereka di usia lanjut.
Saifullah Yusuf yang biasa disapa Gus Ipul Menteri Sosial (Mensos) mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dadan Hindayana Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
“Saya sudah berkoordinasi dengan Prof. Dadan Kepala BGN untuk mematangkan rencana makan bergizi gratis untuk lansia yang usianya di atas 75 tahun dan tinggal sendirian. Kalau alokasinya sudah habis (terpenuhi), nanti baru di bawah 75 tahun,” jelas Gus Ipul Rabu (4/12/2026).
Berdasarkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lansia digolongkan menjadi 4 kelompok usia, yaitu: Usia pertengahan (middle age) 45 -59 tahun; Lanjut usia (elderly) 60 -74 tahun; Lanjut usia tua (old) 75 – 90 tahun; Lansia sangat tua (very old) di atas 90 tahun.
Ke depan, kata dia, program MBG lansia diproyeksikan menyasar lansia usia di bawah 75 tahun. Sebagai informasi, pelaksana program MBG lansia adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar wilayah penerima manfaat, yang juga akan melayani penyandang disabilitas.
Siapa saja lansia yang akan menerima manfaat? Gus Ipul menerangkan data penerima manfaat bakal diperoleh dari pemerintah daerah, yang ditetapkan kepala daerah sebelum diserahkan kepada BGN untuk ditindaklanjut.
Tidak hanya menyediakan makanan bagi lansia, Kemensos juga tengah menyiapkan layanan pendamping (caregiver) lansia dan disabilitas.“Kita akan memperkuat dengan perawat-perawat yang terlatih secara bertahap. Kita awali dengan pelatihan-pelatihan dulu tapi sebelum mereka misalnya belum selesai mengikuti pelatihan, ya kita akan menggunakan tenaga-tenaga yang mengirim ke rumah-rumah lansia dan penyandang disabilitas,” kata Gus Ipul.
Namun sebelum pelatihan caregiver selesai, pemerintah bakal memanfaatkan tenaga penyalur makanan langsung ke rumah penerima manfaat. Meski begitu Gus Ipul menegaskan, pelayanan MBG tetap ada di BGN dan Kemensos hanya menyiapkan sistem pendampingan dan distribusi layanan. “Jadi, anggarannya nanti kita jadikan satu di BGN, sementara kami menyiapkan yang mengantarkan, yang merawat,” pungkasnya. (*/ant/red)
Tags: 75 tahun, gus ipul, lansia, mbg, Menteri Sosial, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





