Pemerintah Pusat Gelontorkan 34 Triliun untuk Jatim

Yovie Wicaksono - 9 October 2019
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman dalam kunjungan kerjanya di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Rabu (9/10/2019), dalam rangka mengikuti kegiatan pemberian bantuan mesin pertanian. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa dan Pertanian, telah menggelontorkan  dana sebesar Rp 34 Triliun kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Sementara untuk wilayah Kediri sendiri dialokasikan dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Desa senilai Rp 1,2 Triliun. Kemudian untuk bantuan alat mesin pertanian, yang sudah diberikan mencapai 39 ribu.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengklaim, pemberian bantuan mesin pertanian yang sudah didistribusikan merupakan terbesar sepanjang sejarah, dengan wilayah Kediri saja kisaran mencapai 682.

“Bapak ibu sekalian, kami cek berapa sih bantuan dari pusat ke Jawa Timur? Ini untuk Kementerian Desa dan Pertanian ya total Rp 34 Triliun. Total Anggaran Kediri, APBN, DAK, dan Dana Desa Rp 1,2 Triliun,” ujar Amran dalam kunjungan kerjanya di Desa Jabon, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, Rabu (9/10/2019), dalam rangka mengikuti kegiatan pemberian bantuan mesin pertanian.

Amran mengaku, upaya yang sudah dilakukanya bekerja selama kurun waktu 5 tahun ini telah melakukan revolusi mental dari dalam Kementerian Pertanian, yakni memutasi kurang lebih 1500 pegawai dengan demosi atau ada juga yang dipecat.

“Apa yang kami lakukan selama 5 tahun, kita lakukan revolusi mental dari dalam. Ada 1500 pegawai kami mutasi, dengan demosi bahkan kami pecat. Kalau tidak memihak kepada petani saya katakan minggir, karena itu perintah Presiden,” tandasnya.

Selain itu, ia juga menerapkan efisiensi anggaran kepada seluruh Dirjen Pertanian. Dari penerapan efisiensi anggaran tersebut, setiap tahunya selalu menghemat Rp 4 Triliun. Dana itu, kemudian dipergunakan untuk keperluan yang lebih bermanfaat bagi para petani.

“Kami minta seluruh Dirjen, seluruh anggaran fokus. Hentikan beli mobil, hentikan beli motor, hentikan cek kantor, hentikan seminar yang tidak penting. Dan itu nilainya per tahun kami hemat Rp 4 Triliun. Ini Rp 4 Triliun belikan traktor, belikan untuk rakyat,” kata Amran.

Disamping itu, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Satgas Pangan yang didalamnya terdapat unsur Kepolisian, TNI, KPPU telah bekerjasama untuk memerangi mafia.

“Ada yang main-main dengan petani, bapak ibu dengar. Ada 784 mafia kami bersama Kepolisian, dengan TNI, KPPU. Kalau ada yang mempermainkan nasib rakyat, kami didepan bersama Satgas Pangan. Baru kami blacklist 76 perusahaan besar,” ujarnya.

Sebanyak 76 perusahaan besar ini di blacklist karena mengutamakan keuntungan profit terlalu banyak, sementara petani mengalami kesulitan.

“Kami blacklist 76 perusahaan besar, Ini untung banyak. Petaninya kesulitan,” imbuhnya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.