Pembekalan Mantan PSK Nganjuk

Yovie Wicaksono - 7 April 2021
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana saat menghadiri penutupan bimbingan sosial dan keterampilan, Selasa (6/4/2021). Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Tiga puluh perempuan kategori rawan sosial ekonomi serta mantan pekerja seks eks lokalisasi Guyangan Nganjuk mendapat pelatihan keterampilan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Kediri Provinsi Jawa Timur.

Para perempuan yang tergolong masih usia produktif ini mendapatkan pelatihan dan keterampilan di UPT Rehabilitasi Sosial Provinsi Jawa Timur selama 4 bulan.

“Ini yang mengikuti pelatihan 30 orang, sebenarnya kapasitas kami 60. Karena pandemi kita batasi hanya 30 orang,” ujar Kepala UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita Lestari Indriani, Selasa (6/4/2021).

Bentuk pelatihan yang diberikan berupa tata boga, rias wajah, rias rambut dan tata busana dengan peserta dari wilayah Nganjuk, Kediri, Blitar dan Malang.

“Mereka ini ada perempuan rawan sosial ekonomi dan juga hasil razia di Guyangan (eks lokalisasi). Kalau yang rawan ekonomi, mereka yang menjurus ke sana (belum jadi PSK). Kalau yang lain-lain mereka dari Nganjuk Guyangan, ada di lokalisasi,” ujarnya.

Khusus perempuan rawan sosial ekonomi (18 orang), mereka dibawa oleh dinas sosial masing-masing daerah, setelah melalui proses seleksi terlebih dahulu sebelum diantar ke UPT Rehabilitasi Sosial Provinsi Jawa Timur.

Selama 4 bulan, mereka sudah berhasil mengimplementasikan keterampilan yang didapat, dalam bentuk sebuah  karya antara lain membuat kue kering untuk persiapan lebaran, serta produk tas.

Setelah pelatihan resmi ditutup Selasa (6/4/2021), mereka dikembalikan ke daerah masing-masing dan mendapatkan bantuan berupa barang simulan sesuai dengan bakat dan keterampilan yang dimiliki.

“Bantuan sosial akan diterimakan pada triwulan ke 4, setelah PAK. Jadi kemungkinan bulan Oktober-November baru mereka terima,” katanya.

Sementara itu, 12 orang yang terjaring razia, kebanyakan mengaku terjerumus dalam dunia prostitusi karena dilatarbelakangi faktor ekonomi. “Karena mereka suaminya sudah tidak ada, suaminya selingkuh dan sebagainya. Kan mereka  akhirnya menjadi penopang keluarga,” jelas Lestari.

Selepas mendapat pembekalan, mereka akan dipulangkan dikembalikan ke Dinas Sosial daerah masing-masing. “Selama di daerah asal, mereka akan dimonitoring oleh Dinsos yang ada di sana,”  imbuhnya.

Diakuinya pada awal masuk pelatihan, beberapa diantaranya mengaku tidak betah tinggal di Unit Pelaksanaan Teknis Rehabilitasi dan minta segera dipulangkan. Namun setelah diberikan penjelasan dan pemahaman, mereka mau mengikuti pelatihan yang diberikan.

Dalam kegiatan penutupan bimbingan sosial dan keterampilan, turut hadir Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Alwi, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana serta anggota DPRD Provinsi lainnya dari komisi yang sama.

Dalam keterangannya, Wara Sundari Renny Pramana sangat mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan UPT Rehabilitasi Sosial Bina Karya Wanita.

“Memang baru pertama kota hadir disini, dan saya orang Kediri juga baru tahu. Saya sangat mengapresiasi terkait pelatihan ini. Pelatihan ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak muda tersebut, agar punya keterampilan. Karena lulus sekolah pun belum tentu mereka punya keahlian. Dengan ini mereka punya keahlian khusus setelah dilatih, ada tata boga, potong rambut, kecantikan dan menjahit. Mudah mudahan mereka sukses dengan bakat keahlian yang ditekuni,”  ujarnya.

Ia juga memberikan motivasi kepada mereka yang sudah mengikuti pelatihan untuk terus berkarya dan pantang berputus asa.

Ibu dua anak ini sedikit berbagi pengalaman mengenai karirnya yang di rintis mulai dari mengikuti organisasi hingga menjadi anggota dewan.

“Melakukan sesuatu harus berdasarkan keyakinan, yakin saya akan menjadi sesuatu yang membanggakan bagi keluarga besar. Disamping saya berupaya, tidak  lupa, saya juga berdoa. Karena doa itu menuntun untuk meraih cita-cita. Alhamdulilah ketika berproses 10 tahun di organisasi yang saya ikuti, saya akhirnya  terpilih menjadi Ketua DPRD pertama perempuan,” ujarnya.

Sebagai legislator, pihaknya akan ikut mendorong Dinas Sosial mewujudkan  pemberian bantuan berupa alat piranti yang bisa menunjang mereka agar tetap bisa berkarya. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.