Umat Buddha Diajak Jadi Pelopor Perdamaian dan Menjaga Kerukunan

Rudy Hartono - 1 June 2026
Dirjen umat Buddha Kementarian Agama Supriyadi menyampaikan sambutan menjeng detik-detik Waisak 2026. (foto: antara)

SR, Magelang  – Dirjen umat Buddha Kementarian Agama Supriyadi, menyampaikan, umat Buddha diajak menjadi pelopor perdamaian dengan menjaga kerukunan, mengendalikan batin, serta menghadirkan ketenteraman di tengah masyarakat yang majemuk.

Ia di Magelang, Minggu (31/5/2026), menyampaikan dalam ajaran Buddha disebutkan bahwa kebahagiaan dapat terwujud ketika manusia hidup tanpa permusuhan meskipun berada di tengah lingkungan yang masih diwarnai konflik dan perbedaan.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE/2026 yang berlangsung di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.

Dalam ajaran Buddha disebutkan bahwa kebahagiaan dapat terwujud ketika manusia hidup tanpa permusuhan meskipun berada di tengah lingkungan yang masih diwarnai konflik dan perbedaan. “Sungguh berbahagia kita hidup tanpa permusuhan di antara mereka yang bermusuhan,” katanya.

Umat Buddha mengikuti detik-detik saisak di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. (foto: antara)

Ia juga mengajak umat Buddha untuk menjadi pribadi yang moderat, mampu menjaga kestabilan batin, serta memiliki sikap yang kokoh dalam menghadapi berbagai dinamika kehidupan.

Ia menuturkan, dengan ketenangan dan kebijaksanaan yang dimiliki, umat Buddha diharapkan dapat menjadi oase ketenteraman bagi lingkungan sekitar sekaligus berperan aktif memperkuat harmoni sosial.

Melalui semangat Waisak, katanya nilai-nilai cinta kasih, toleransi, dan perdamaian diharapkan terus ditanamkan sehingga umat Buddha dapat menjadi pelopor terciptanya kehidupan yang damai, rukun, dan harmonis di tengah masyarakat. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.