Timur Tengah Memanas, Wali Kota Eri Imbau Warga Surabaya Tunda ke Luar Negeri
SR, Surabaya – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan atensi serius terhadap eskalasi konflik yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah menyusul ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengonfirmasi bahwa saat ini masih terdapat sejumlah warga Surabaya yang berada di kawasan tersebut.
Menanggapi situasi keamanan yang tidak menentu, Wali Kota Eri meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. “Warga Surabaya yang ada di Timur Tengah dengan adanya kejadian yang seperti ini, saya berharapnya hati-hati,” kata Eri Cahyadi dilansir kompas.com.
Wali kota yang tengah menjabat di periode kedua ini menekankan bahwa dinamika peperangan sangat sulit diprediksi. Serangan udara maupun darat dapat terjadi sewaktu-waktu di berbagai titik tanpa peringatan dini. Oleh karena itu, Eri meminta warga Surabaya di perantauan untuk terus memantau perkembangan situasi setempat melalui kanal informasi resmi dan mematuhi arahan otoritas berwenang. “Karena memang perang ini tidak bisa diprediksi, ada serangan-serangan di Timur Tengah. Jadi warga Surabaya tetap berhati-hati,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh situasi yang berkembang demi menjamin keselamatan nyawa masing-masing. Terkait jumlah pasti warga Kota Pahlawan yang berada di zona konflik, Eri menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan proses pendataan intensif.
Pemkot Surabaya saat ini menjalin komunikasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk mendapatkan data valid. “Kita koordinasi dengan Kantor Kemenag Surabaya untuk berkoordinasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) pusat, agar mengetahui jumlah warga Surabaya yang ada di sana,” jelas Eri.
Langkah ini diambil untuk mempermudah pemantauan dan pemberian bantuan jika sewaktu-waktu kondisi di Timur Tengah semakin memburuk dan memerlukan evakuasi.
Selain itu, Eri Cahyadi menyarankan warga Surabaya untuk menunda rencana ke luar negeri, terutama ke wilayah-wilayah yang berdekatan dengan zona konflik. “Kemarin kita rapatkan juga, untuk warga Surabaya yang hari ini ketika kondisi Timur Tengah lagi agak panas begini, ada perang, maka saya berharap warga Surabaya untuk tidak ke luar negeri dulu,” ujar Eri.
519.042 WNI Berada di Timur Tengah
Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia per 28 Februari 2026, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang tersebar di berbagai negara di Timur Tengah mencapai ratusan ribu orang. Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengonfirmasi bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan ketat terhadap seluruh simpul WNI di wilayah terdampak.
“Berdasarkan data yang dikumpulkan dari Perwakilan RI per 28 Februari 2026, jumlah WNI yang berada di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah tercatat sebanyak 519.042 orang,” ungkap Heni, Senin (2/3/2026).
Kemlu menegaskan bahwa perlindungan WNI, termasuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), menjadi prioritas utama di tengah konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat tersebut. Pihak perwakilan RI di luar negeri juga telah menyiapkan berbagai opsi darurat untuk menghadapi risiko eskalasi lebih lanjut. (*/red)
Tags: cegah luar negeri, Eri cahyadi, Iran, perang, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





