Pawone Arek-arek, Wujud Solidaritas Pangan untuk Sesama

Yovie Wicaksono - 7 August 2020
Pawone Arek-arek yang ada di Jalan Baratajaya 3 Nomor 50, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (7/8/2020) siang. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Surabaya – Puluhan porsi makanan siap saji, terlihat tertata rapi disebuah meja di Jalan Baratajaya 3 Nomor 50, Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (7/8/2020) siang. Tepat diatas meja, terdapat papan bertuliskan “Dapur Umum, Silahkan Ambil Gratis”.

Makanan diatas meja itu merupakan hasil gotong royong dari warga.

Salah satu relawan, Yoga mengatakan, solidaritas pangan ini berawal dari adanya beberapa kawan yang mengeluhkan karena diliburkan hingga di PHK dari tempatnya bekerja akibat pandemi Covid-19.  Dari situlah kemudian muncul semangat untuk membantu sesama.

Yoga menambahkan, nama Pawone Arek-arek  dipilih karena memiliki arti Dapurnya Anak-anak, sekaligus menunjukkan bahwa ini merupakan gerakan solidaritas dari warga untuk warga.

“Kita tidak bisa membantu secara financial atau membantu tenaga secara langsung di rumah mereka masing-masing, namun kita bisa membantu dengan memberikan makanan cepat saji ini,” ujarnya, Jumat (7/8/2020).

“Kita ingin tau bagaimana sih semangatnya teman-teman ini, berkobar nggak untuk membantu kawan lainnya yang terkendala dan terdampak akibat pandemi ini,” imbuhnya.

21 Mei 2020 menjadi dapur pertama mereka. Berawal dari sekira 10 relawan yang mengumpulkan dana secara gotong royong, berhasil terkumpul Rp 500 ribu yang kemudian diolah menjadi 70 porsi makanan siap saji.

“Dulunya kita 4 hari sekali, tapi karena keterbatasan tenaga akhirnya menjadi satu minggu sekali, yakni pada hari Jumat. Kenapa Jumat? karena kalau Sabtu Minggu untuk waktu keluarga mereka (relawan), sementara pada hari biasa itu mungkin masih ada yang produktif kerja dan kita tidak bisa maksa,” katanya.

Dari awalnya hanya 10 relawan, kini ada sekira 20-30 relawan yang terlibat dalam kegiatan ini dengan beragam latar belakang. Hingga dapur yang ke 11 ini, Pawone Arek-arek pernah dalam satu hari menyediakan 350 porsi makanan siap saji.

“Siapapun boleh mengambil, monggo, ambil saja. Cuman karena kita jaganya mulai jam 1-4 sore, kalau masih ada sisa, kita bagikan ke sekitar untuk orang-orang yang memang membutuhkan, seperti pedagang kaki lima, tukang parkir, tuna wisma, dan lainnya,” tandasnya.

Soal makanan, mereka mengutamakan menu makanan sehat yang setiap minggunya disajikan berbeda.

Yoga mengatakan, solidaritas pangan ini akan ada selama pandemi Covid-19 belum berakhir. Jikalau dana masih ada dan tenaga masih terus berkobar maka pihaknya juga akan terus menghadirkan Pawone Arek-arek ini.

Melalui kegiatan ini Yoga menilai masyarakat sudah lebih peduli terhadap sesamanya. Hal ini terlihat  dari adanya donatur yang turut berpartisipasi.

“Dari kegiatan ini, kita memang ingin bagaimana caranya teman-teman yang di daerah lain memiliki semangat yang sama, punya niat yang sama bisa berbagi untuk sesama,” tandasnya. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.