Pacitan Jadi Kabupaten dengan Jumlah Penyebaran dan Kematian Covid-19 Terendah di Jatim

Yovie Wicaksono - 18 October 2020
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Foto : (Istimewa)

SR, Pacitan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi pada Kabupaten Pacitan sebagai  daerah dengan jumlah kasus penyebaran dan kematian Covid-19 terendah di Jatim. 

Dimana berdasarkan data  per 17 Oktober 2020, total kasus terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 178 orang. Dengan kasus aktif 40 orang, sembuh 134 orang, dan meninggal 4 orang, sehingga mortality rate nya hanya 2,25 persen.

“Saya sungguh mengapresiasi dan berterimakasih kepada seluruh jajaran di Pemkab dan Forkopimda  Pacitan karena tracing dan screeningnya cukup baik. Sekaligus juga atas ketertiban dan kedisiplinan masyarakatnya dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga kasus penyebaran maupun kematian Covid-19 di Pacitan termasuk yang rendah di Jatim,” ujar Khofifah saat kunjungan kerja di Kabupaten Pacitan, Minggu (18/10/2020).

Khofifah juga mengaku bersyukur karena Jatim terus konsisten untuk melakukan screening dan tracing massif. Bahkan, berkat keagresifan screening dan isolasi yang dilakukan telah membantu menurunkan penularan Covid-19, sehingga kasus aktif Covid-19 hari ini di Jawa Timur tinggal 5,56 persen per 17 Oktober 2020.

Per hari ini, penggunaan rapid test baik antibody maupun antigen untuk kegiatan screening dan Tracing telah tembus 1.005.807 test. Dari jumlah tersebut, ditemukan 84.436 kasus yang reaktif dan ketika di follow up dengan menggunakan PCR ditemukan 15.247 kasus positif Covid-19.

“Alhamdulillah, Jawa Timur terus konsisten untuk melakukan screening dan tracing massif. Saat ini screening dan Tracing di Jatim berkontribusi terhadap hampir sepertiga temuan kasus Covid-19 di Jawa Timur. Disamping itu, agresivitas ini mampu menurunkan kasus aktif Covid-19 hari ini di Jatim tinggal 5,56 persen,” ujar Khofifah.

Khofifah menjelaskan, screening di Jawa Timur utamanya difokuskan pada lokasi yang beresiko tinggi maupun kontak erat pasien positif Covid-19.

Meskipun adanya tren yang menggembirakan dalam penurunan Covid-19, Khofifah juga mengingatkan agar protokol kesehatan terus di patuhi dan masyarakat tidak perlu takut untuk dilakukan screening.

“Meski Jatim sudah terbebas dari Zona Merah, namun Covid-19 di Jatim masih belum berhenti penyebarannya, karenanya jangan sampai kendor untuk terus patuh protokol kesehatan. Kerjasama antara Pemerintah, TNI, Polri, Nakes dan masyarakat di Jatim yang menunjukkan hasil yang baik ini harus  terus dipertahankan sambil menunggu vaksin yang diberikan untuk masyarakat,” tandas Khofifah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.