Mulai Hari Ini, Bus AKDP dan AKAP Tidak Beroperasi di Terminal Purabaya

Yovie Wicaksono - 28 April 2020
Terminal Purabaya Surabaya. Foto : (Super Radio/Fena Olyvira)

SR, Sidoarjo – Terkait dengan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak akan beroperasi di terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, mulai Selasa (28/4/2020), pukul 00.00 WIB.

“Mulai dini hari nanti, pukul 00.00 WIB, bus AKDP dan AKAP tidak ada yang beroperasi di Purabaya sampai 11 Mei terkait dengan pemberlakuan PSBB,” ujar Koordinator Bidang Kamtib Terminal Purabaya, Bambang Yudiarto, Senin (27/4/2020).

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan sosialisasi terkait hal tersebut dan nantinya akan memasang imbauan tepat di pintu masuk terminal.

“Hasil rapat tadi, nanti pintu masuk bus luar kota akan kita tutup,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam situasi normal sebanyak lebih dari 1000 bus AKDP dan AKAP yang ada di Purabaya. Namun setelah adanya virus corona, jumlah bus menurun hingga 75 persen karena sejumlah PO yang memilih mengandangkan busnya.

“Jumlah penumpang juga turun hingga 95 persen. Kadang juga ada bus yang hanya mengangkut satu atau dua orang,” ujarnya.

Hal tersebut, tentu berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya di terminal Purabaya.

Salah satu pengemudi bus Patas Surabaya-Malang/pp asal PO Kalisari, Mamad (51) mengatakan, dalam kondisi normal ia bisa membawa lebih dari 20 penumpang dalam sekali perjalanan. Namun kini, rata-rata ia membawa lima hingga 10 penumpang saja. Bahkan, ia pernah hanya membawa dua penumpang dalam sekali perjalanan.

“Pasti sangat berdampak, ini saja juga belum tahu bagaimana nasib kedepan, karena hari ini terakhir bekerja. Besok sampai 14 hari kedepan terpaksa kami dirumahkan,” ujar pria yang telah menjadi pengemudi bus sejak tahun 1996 ini.

“Kita mau mengeluh model apalagi, percuma juga kalau tidak ada solusi. Ya memang kondisi juga seperti ini, jadi mau tidak mau ya dijalani saja,” imbuhnya.

Sementara itu, pedagang asongan yang menjajakan minuman dingin, Abdul juga mengaku sangat terdampak akan hal tersebut.

“Biasanya sehari bisa jual dua sampai tiga karton minuman mulai jam 3 sore sampai jam 9 malam. Sekarang hanya laku setengah karton saja. Besok ya nggak tau lagi, semua sudah ditutup,” ujarnya.

Selain itu, parkiran motor milik swasta di terminal Purabaya yang seringkali penuh, kini hanya tersisa belasan motor saja.

“Biasanya hari Jumat sama Sabtu itu ramai sampai empat atau lima baris parkir. Penuhnya di hari Minggu. Tapi semenjak ada corona itu parkiran jadi sangat sepi, mungkin hanya satu baris. Ini aja sekarang hanya ada 12 motor yang parkir,” ujar Santos.

Sekedar informasi, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang pelarangan mudik yang efektif diberlakukan hari ini dengan membatasi transportasi darat, laut, dan udara untuk keluar dan masuk ke daerah yang sedang melaksanakan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya percepatan penanganan Covid-19.

Terkait hal tersebut, delapan titik pintu masuk Jawa Timur disekat guna mencegah gelombang arus mudik dari daerah Jabodetabek, zona merah penyebaran Covid-19, serta aglomerasi wilayah yang telah ditetapkan sebagai wilayah PSBB.

Adapun delapan titik yang disekat adalah perbatasan Tuban, Bojonegoro-Cepu, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur biasa, Ngawi-Mantingan-Sragen jalur tol, Magetan-Larangan, Ponorogo-Wonogiri, Pacitan-Wonogiri, dan Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi. Check point lainnya juga dilakukan di Terminal Bus Kertonegoro, Ngawi dam Terminal Bus Kembang Putih, Tuban.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga resmi berlaku di Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Sidoarjo pada Selasa, 28 April 2020.

Hal tersebut tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) No.18 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam menangani Corona Virus Disease (Covid19) di Jatim serta Keputusan Gubernur No.188/202/KPTS/013/2020 tentang Pemberlakukan Pembatasan Berskala Besar dalam Penanganan Covid-19 di Jawa Timur. (fos/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.