MSG Berbahaya Bagi Kesehatan? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Yovie Wicaksono - 23 July 2020
Ilustrasi MSG. Foto : (Shutterstock)

SR, Surabaya – Monosodium Glutamat atau yang akrab disebut MSG telah menjadi primadona sebagai penambah cita rasa masakan bagi sejumlah masyarakat di Indonesia. Meski demikian, hingga kini MSG masih sering mendapat label negatif dan kerap disalahkan atas berbagai penyakit oleh masyarakat awam.

Ahli gizi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Mahmud Aditya Rifqi membantah hal itu. Mahmud mengatakan, berdasar aturan World Health Organization (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), MSG aman untuk dikonsumsi.

“Mengonsumsi MSG sewajarnya tidak menyebabkan bahaya bagi kesehatan. Sederhananya, menu masakan untuk porsi 3-5 orang bisa ditambahkan seperempat sendok teh MSG,” ujarnya, Kamis (23/7/2020).

Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unair itu menjelaskan, berdasar UU tentang Bahan Tambahan pangan (BTP) No 33, MSG tergolong dalam BTP yang diperbolehkan untuk dikonsumsi. “MSG tergolong pada kelompok BTP sebagai penguat rasa (flavor enhancer),” ucapnya.

Berdasar Perka BPOM No 23 tahun 2013, senada dengan pernyataan dari Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) dan European Commission Scientific Committee on Food (EC/SCF), nilai Acceptable Daily Intake (ADI) pada MSG tidak dinyatakan (not spesific). Artinya MSG aman untuk dikonsumsi.

Mahmud melanjutkan, meski Food and Drug Administration (FDA) dan WHO memperbolehkan penggunaan MSG, kadar pemakaiannya tetap harus dibatasi sesuai aturan. Selain itu, meski MSG mampu meningkatkan mutu pangan, rasa gurih yang dihasilkan MSG dapat menimbulkan rasa adiksi atau ketagihan. Sehingga hal itu perlu menjadi perhatian.

“Oleh karena sensitivitas setiap orang berbeda-beda, ada beberapa orang yang alergi MSG. Pada orang-orang yang diketahui alergi ini, MSG perlu dihindari,” tandasnya.

Sebagai ahli gizi, Mahmud berpesan kepada masyarakat selalu memperhatikan jumlah konsumsi BTP. “Tidak ada larangan, namun harus arif dalam penggunaan,” imbuhnya

Sekedar informasi, komponen MSG terdiri atas glutamat (asam amino protein), sodium, dan air. Glutamat sendiri sebenarnya terbuat dari hasil fermentasi karbohidrat seperti jagung, tetes tebu, singkong, dan lainnya, lalu ditambah natrium yang dikristalkan.

Glutamat sebenarnya juga terkandung di dalam tubuh dan bahan pangan alami seperti sayuran, daging, kerang, kepiting, rumput laut, dan sebagainya. “Glutamat yang menghasilkan rasa gurih juga ada di makanan alami sehingga bisa menjadi pilihan kita dalam mengolah makanan,” pungkasnya.  (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.