Komunitas KSB, Ciptakan Iklim Literasi

Yovie Wicaksono - 29 April 2019
Logo Klub Seri Buku. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Melihat potret literasi dan minat baca di Indonesia, khususnya di Kota Surabaya, yang masih tergolong rendah, seorang alumnus dan mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), yakni Agung Hari Baskoro dan Reza Maulana Hikam menginisiasi terbentuknya komunitas Klub Seri Buku (KSB) pada Desember 2018.

”Awalnya, kita sering ngobrolin seputar literasi. Karena, ada kesamaan visi, akhirnya memutuskan untuk bikin komunitas bareng. Minimal, target kami adalah orang jadi biasa aja liat orang lain membaca buku dalam kondisi apapun. Nggak ada pikiran untuk mencibir,” ujar Baskoro, melalui keterangan yang diterima Super Radio, Senin (29/4/2019).

Selain itu, mereka menilai tidak banyak orang yang mau mendiskusikan buku setelah selesai membaca. Apalagi konsisten untuk menulis.

Alumnus ilmu komunikasi UNAIR itu menambahkan, orang yang gemar menulis, otomatis juga gemar membaca. Jika tidak, maka akan terlihat dari sisi kualitas tulisan.

Setelah resmi terbentuk, KSB mulai aktif untuk membuat beragam konten terkait literasi seperti penulis, buku, penerbit, hingga tips dan trik membaca. Publikasi konten dilakukan melalui media instagram dan website www.klubseribuku.com. Juga mewadahi masyarakat luas untuk mengirim tulisan apapun terkait literasi dan menyelenggarakan diskusi terbuka yang mengundang penulis-penulis asal Surabaya.

”Kenapa penulis Surabaya? Karena menariknya, banyak juga penulis di kota ini. Hanya saja untuk apresiasi dan pengenalan karya kepada publiknya kurang. Lha, kita mengisi kekosongan di jalur apresiasi itu,” terang pemuda kelahiran Mojokerto tersebut.

Selain itu, KSB tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan organisasi maupun komunitas lain selama masih sejalan dengan visi mereka. Yakni, mendukung kebebasan mencipta dan menafsir sekaligus menjadi panggung progresif untuk literasi.

”Jadi, misal ada temen-temen klub film bikin pemutaran atau teman-teman pengabdian masyarakat membuat taman baca, dongeng, dan sebagainya, kita akan sangat terbuka,” ujarnya.

Sejauh ini, kehadiran KSB mendapat respons yang positif. Tercatat, setidaknya dua puluh orang hadir dalam beberapa acara yang telah berlangsung seperti diskusi buku Diskursus Demokrasi Deliberatif karya Fahrul Muzaqqi serta Gojek, Gojlog, Momong karya Roikan berkerja sama dengan Center for Security and Welfare Studies (CSWS) FISIP UNAIR.

”Komunitas literasi seperti KSB harus terus mengembangkan diri, konsisten dalam berkarya serta membangun jejaring lebih luas lagi untuk memberikan perubahan besar. Siapa saja boleh bergabung, asal mau belajar dan mencintai literasi,” tandasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.