Menengok Koleksi Unik Pameran Temporer Museum Mpu Tantular
Siswa-siswi SMPN 1 Wonoayu menyimak penjelasan makna ubo rampe dan sajen dalam praktek perdukunan di booth museum Unesa Jumat (22/11/2024). Museum Unesa, satu dari lima museum yang berpartisipasi dalam pameran temporer bertema "East Java Spirit of Museum" di Museum Mpu Tantular. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Lontar sansekerta dalam warangka keris KiaiMahasa Kerda, koleksi Rumah Budaya Pelestari Keris Kabupaten Pamekasan. Benda peninggalan sejarah itu dipertontonkan dalam pameran temporer bertema "East Java Spirit of Museum" di Museum Mpu Tantular. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Petugas Museum Daerah Lumajang menjelaskan sejarah Tari Glipang Tembak, yakni tarian prajurit simbol keberanian mengusir penjajah Belanda. Sejarah tarian ini diperkenalkan dalam pameran temporer bertema "East Java Spirit of Museum" di Museum Mpu Tantular. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
Petugas Gharbabudaya Kota Surabaya (kiri) menjelaskan macam-macam alat musik antar negara ke pengunjung pameran temporer bertema "East Java Spirit of Museum" di Museum Mpu Tantular. (foto:hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Sidoarjo – Ada yang berbeda ketika berkunjung ke gelaran Pameran Temporer Museum Mpu Tantular, Jumat (22/11/2024). Di sana, pengunjung seakan diajak memasuki lorong waktu.
Pertama kali masuk area pameran, disambut koleksi museum tentang alat pertanian kuno, koleksi arkeologi logam, tatar, hingga primbon tengger.
Berjalan lebih jauh ke sisi kanan, pengunjung digusuhi berbagai koleksi unik. Dimulai dengan sejarah masyarakat tengger dan sejarah perdukunan dari kampus Unesa, koleksi keris kuno dari Rumah Budaya Pelestari Keris Pamekasan, sejarah Tari Glipang Tembak dari Museum Daerah Lumajang, hingga koleksi Museum Banten.
Raut antusias tampak jelas dari pengunjung yang datang. Salah satunya siswi SMPN 1 Wonoayu, Eka Indi Nuraini. Ia mengaku sangat tertarik dengan koleksi perdukunan oleh Kampus Unesa. “Saya tadi lihat koleksi benda di stand Unesa tentang perdukunan, ternyata dukun itu gak buat yang nyantet aja,” komentar Eka.
Sekadar informasi, acara tersebut merupakan kolaborasi Museum Mpu Tantular dengan lima museum antar daerah, bersama Kemdikbudristek, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim yang digelar mulai 20-22 November 2024. (hk/red)
Tags: budaya, koleksi kontemporer, museum mpu tantular, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





