Mahfud Tegaskan Komitmen untuk Perjuangkan Nasib Guru dan Kesejahteraan Petani

Yovie Wicaksono - 13 January 2024

SR, Surabaya – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan nasib para guru dan petani hingga ke pelosok negeri.

Menurutnya, guru adalah profesi yang sangat berjasa untuk negeri. Dari didikan merekalah terbentuk kader-kader bangsa yang hebat dan membangun Indonesia. Sayangnya kesejahteraan masih sulit didapatkan.

“Guru itu ya guru madrasah, guru di pesantren, guru-guru seperti itu melahirkan orang hebat seperti Pak As’ad dan Mbak Yenny, kemudian saya. Itu semua dididik oleh guru tapi sekarang guru itu tidak ada yang mau memikirkan nasibnya,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024).

Hal inilah yang akan Ganjar-Mahfud perjuangkan. Cawapres sekaligus Menkopolhukam itu menyebut, persoalan tersebut telah masuk dalam 21 program unggulan mereka.

Pihaknya sudah merinci jumlah anggaran negara yang dibutuhkan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh pengajar. Mulai dari guru madrasah hingga guru ngaji yang selama ini kurang mendapat perhatian pemerintah.

“Negara punya dana abadi untuk pengurusan pesantren dan lain-lain itu jumlahnya 138 triliun. Dari dana tinggal membuat kebijakannya,” tuturnya.

Bukan hanya guru, pihaknya juga fokus pada nasib para petani. Mahfud menyebut, keadaan petani saat ini sangat miris. Mereka yang menjadi penyokong ekonomi negara agraris justru banyak yang masuk ke kredit macet hingga sekira 678 milyar.

Kondisi ini yang akan diperbaiki oleh Ganjar-Mahfud. Lewat program-program unggulannya, petani dapat lebih sejahtera.

“Para petani gausah kredit sampai tidak mampu bayar. Insya Allah itu akan jadi program untuk dianggap lunas dengan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat terwujud dengan kebijakan-kebijakan yang tepat dan pemberantasan korupsi.

“Uang negara ini itu banyak, kalau kita bisa menghapus korupsi. Separuh saja, sudah bisa memakmurkan petani, nelayan, dan lain-lain. Kita punya uang banyak, cukup asalkan tidak korupsi dan dikorupsi,” pungkasnya. (hk/red)

Tags: , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.