Seribuan Guru Honorer di Ponorogo Turun ke Jalan Aksi Bisu
SR, Ponorogo — Sekitar seribu guru tidak tetap (GTT) non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar aksi damai dengan berjalan kaki dari depan Gedung DPRD menuju Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Selasa (26/5/2026). Mereka menyuarakan nasib para guru honorer yang hingga kini belum terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto, bersama Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Ribut Riyanto, menemui massa aksi saat berada di depan Gedung DPRD Ponorogo. “Saya tahu persis kondisi guru-guru yang nasibnya seperti itu. Hampir saya tidak bisa mengurai kata-kata. Intinya kami mengawal apa aspirasi dari teman-teman guru GTT non-Dapodik,” ujar Riyanto di depan Kantor DPRD Ponorogo, dilansir kompas.com.
Para guru mengenakan kemeja putih dengan pita hitam melingkar di lengan kiri sebagai simbol perjuangan dan keprihatinan atas ketidakjelasan status mereka.
Ketua Forum GTT Ponorogo, Mahmud Danuri, mengatakan aksi dilakukan secara damai tanpa orasi. Para peserta hanya berjalan kaki dari Gedung DPRD menuju kantor pemerintahan daerah sambil membawa spanduk berisi tuntutan. “Para guru hanya ingin keberadaan mereka diakui pemerintah daerah. Aksi hari ini adalah aksi damai. Kami menyuarakan aspirasi bahwa kami guru honorer non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo itu ada dan nyata. Kami ingin masuk Dapodik,” ujarnya di sela aksi.
Sejumlah spanduk yang dibawa peserta bertuliskan, “Kami Guru Honorer Kabupaten Butuh Kepastian”, “Jangan Putuskan Harapan Kami, Beri Solusi Guru Non Dapodik”, “Kami Nyata Kami Ada”, hingga “Perhatikan Nasib Kami! Guru Non Dapodik Juga Mengabdi untuk Negeri”.
Mahmud menilai solusi atas persoalan tersebut berada di tangan pemerintah daerah karena akses Dapodik menjadi kewenangan daerah sejak penutupan pendaftaran pada 2020 lalu. “Dengan anggota sebanyak ini jelas bahwa kami nyata, kami ada. Benang simpulnya itu ada di pemerintah daerah,” imbuhnya.
Ia meminta Pemkab Ponorogo segera membuka regulasi agar sekitar seribu guru non-Dapodik dapat masuk dalam sistem data pendidikan nasional. Menurut dia, keberadaan Dapodik menjadi syarat penting untuk memperoleh berbagai program pemerintah pusat. “Yang jelas kami hari ini murni untuk memasukkan Dapodik. Dapodik itu kuncinya ada di daerah, jadi tolong dibuka kran Dapodiknya,” ungkapnya. (*/red)
Tags: guru, ponorogo, superradio.id, turun ke jalan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





