Mahfud MD: Mari Jaga Kepercayaan Internasional Tentang HAM

Yovie Wicaksono - 24 June 2022

SR, Magelang – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memberikan arahan di depan sekira 900 peserta apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD, di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah. Kepada para pimpinan satuan dari Komandan Batalyon, Komandan Kodim, sampai dengan para Pangkotama (Panglima Komando Utama) Angkatan Darat itu, Menko Polhukam meminta agar terus menjaga penegakan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM). Apalagi, Indonesia sudah tiga tahun terakhir sejak 2020 tidak lagi menjadi sorotan di PBB sebagai negara yang bermasalah soal HAM.

“Mari kita jaga dan tegakkan HAM, kita pertahankan penilaian baik ini, kita hindari agar TNI jangan sampai secara terstruktur atau sengaja melakukan kejahatan kemanusiaan. Saudara-saudara semua sudah memiliki Protap-nya, dalam melakukan berbagai tindakan, sehingga bisa dihindarkan terjadinya pelanggaran HAM, apalagi pelanggaran HAM berat,” ujar Mahfud kepada para Dansat dari seluruh Indonesia serta penugasan luar negeri ini.

Mahfud memaparkan, dirinya baru saja kembali dari sidang Dewan HAM PBB, dan di mata PBB Indonesia tidak memiliki catatan buruk soal HAM dalam tiga tahun terakhir. Penilaian itu, lanjutnya, juga disampaikan oleh komisioner Komisi Tinggi HAM PBB di Jenewa, saat menerima Menko Polhukam dan delegasi dari Indonesia.

Dalam pengarahan yang juga dihadiri oleh KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurrahman ini, Mahfud juga mengapresiasi TNI yang dalam tujuh tahun terakhir, terus menerus menjadi lembaga yang paling dipercaya oleh publik berdasarkan survei oleh sejumlah lembaga kredibel.

“Saya ucapkan selamat sekaligus terima kasih karena berdasarkan survei lembaga kredibel, TNI adalah lembaga yang paling dipercaya publik dibandingkan lembaga-lembaga lain di Indonesia,” ujar Mahfud MD. 

“Karena itu, harus menjadi atensi kita, khususnya TNI Angkatan Darat, agar mampu menyikapi dengan bijak berbagai perkembangan situasi dan kondisi nasional, regional, dan global yang berdampak pada stabilitas dan situasi keamanan Indonesia, terutama masa persiapan dan pelaksanaan pemilu 2024,“ sambungnya. 

Mahfud juga berharap, TNI AD berhati-hati dan antisipatif atas upaya destruktif yang tidak sedikit pengikutnya. “Agar dicermati dan diantisipasi sejak sekarang, potensi gangguan gerakan-gerakan yang memicu keributan pada moment-moment penting, seperti sejumlah agenda politik dan ekonomi yang akan kita hadapi dalam waktu dekat ini,” kata mantan Menteri Pertahanan ini.

Pada akhir arahannya, Mahfud berharap agar TNI menjadi teladan masyarakat dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional  dan reformasi struktural, serta mengatasi kesulitan rakyat di sekeliling dengan tugas-tugas operasi militer selain perang. (ns/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.