Mahasiswa UNAIR Olah Jantung Pisang Jadi Makanan Sehat

Yovie Wicaksono - 9 May 2019
Produk Crispi yang ditawarkan pada acara bazar di FEB UNAIR. Foto : (Istimewa)

SR, Surabaya – Mahasiswa Ekonomi Islam (Ekis) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berinovasi membuat produk makanan ringan yang terbuat dari olahan jantung pisang yang diberi nama Cripis.

Cripis yang dibuat oleh tujuh mahasiswa Ekis itu adalah hasil dari pembelajaran mata kuliah kewirausahaan. Tujuh mahasiswa tersebut adalah Mudina, Ayu Dwi Rukmana, Farda Dzakiyah, Nanda Sisan Bravionita, Andi Muhammad Hasan Estentiono, Nur Lailatul Fitriyah, dan Andita Oktaviana Fatmawati.

Pemilihan jantung pisang sebagai bahan dasar tidak terlepas dari keresahan para anggota yang membutuhkan camilan sehat. Jantung pisang yang masih jarang diolah sebagai camilan juga menjadi motivasi lebih menjual produk ini.

Chief Executive Officer (CEO) Cripis, Mudina mengungkapkan, produk yang dijual memiliki beberapa manfaat. Seperti kadar serat tinggi yang mampu membantu seseorang dalam melancarkan pencernaan. Selain itu, kandungan saponin dalam jantung pisang juga bermanfaat menurunkan kolestrol dan mencegah kanker.

“Manfaat olahan jantung pisang ini sebenarnya ada banyak. Kandungan yang banyak tersebut mampu menjaga kesehatan para pembeli yang mungkin masih belum tahu,” ujar Mudina, di Surabaya, Kamis (9/5/2019).

Mudina juga menambahkan, untuk ketersediaan jantung pisang masih membeli di wilayah Lamongan. Ketersediaan bahan utama tersebut harus diambil dua sampai tiga kali setiap bulannya.

Produk olahan jantung pisang Cripis dibagi menjadi dua produk. Produk pertama adalah keripik jantung pisang dan yang kedua adalah abon jantung pisang.

Untuk menarik minat pembeli, produk Cripis ini diberi tujuh varian rasa berbeda, yakni original, balado, barbeque, keju, ayam bakar, jagung bakar, dan mercon. Varian mercon merupakan produk dengan rasa pedas yang menjadi produk best seller.

“Untuk masalah harga, keripik dan abon Cripis dijual seharga sepuluh ribu rupiah saja,” imbuh Mudina.

Produk olahan jantung pisang yang dihargai sepuluh ribu rupiah sudah mampu menarik minat dikalangan mahasiswa. Harga yang dipatok tersebut sudah mampu untuk balik modal dan membuat kemasan baru yang lebih elegan. Mudina berharap, produk olahan jantung pisang mampu memberi manfaat terhadap masyarakat, terutama masalah makanan menyehatkan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.