Mahasiswa Unair Ciptakan Skincare dari Ekstrak Biji Nangka

Yovie Wicaksono - 12 August 2021

SR, Surabaya – Lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) menciptakan skincare alami dari ekstrak biji dan kulit kayu nangka.

Mereka adalah Bulan Rhea Kaulika Hadinar Putri, Vika Diajeng Rizki Maulida, Cica Maryuni Budiastutik, Syifani Arihatu Jasmine, Sheila Shavira Salsabilla. 

Bulan selaku ketua tim mengatakan, mereka terinspirasi dari produk PKM sebelumnya yaitu Djengkolic, skincare dari bahan dasar jengkol. Selanjutnya mereka mencari tahu mengenai bahan-bahan lokal yang masih jarang dimanfaatkan sebagai produk skincare.

Bulan menilai, bahan produksi skincare lokal di Indonesia mudah didapatkan. Hal itu menjadi peluang yang sangat baik untuk membuat produk lokal dalam negeri yang tentunya berkualitas.

“Dari beberapa jurnal literatur bahwa ekstrak biji dan kulit kayu nangka mempunyai manfaat untuk mencerahkan dan anti-aging,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bulan memaparkan kandungan dari kulit dan biji nangka, antara lain saponin berfungsi mencegah penuaan dini (anti-aging) dan mengecilkan pori-pori wajah serta menghaluskan kulit. Adapun tanin sebagai antioksidan dan antibakteri serta terdapat flavonoid yang berfungsi sebagai antioksidan pula. Selain itu juga mengandung vitamin C untuk membantu mencerahkan kulit.

Dari kedua komponen tersebut, skincare yang sedang digarap Bulan dan tim berupa perawatan wajah 2-in-1 yakni facial wash dan facial exfoliating dalam satu produk bernama Nawash.

Melalui inovasi tersebut, mereka lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Kemendikbud-Ristek RI tahun 2021.

Mengenai perkembangannya, Nawash telah bermitra dengan pemasok bahan baku dan baru saja selesai mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sementara itu, legalitas lain yang sedang diproses yakni pengajuan hak kekayaan intelektual (HKI). Selanjutnya mereka berencana mengurus ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Selaras dengan apa yang disampaikan di awal mengenai produk dalam negeri, mahasiswa farmasi itu mengungkapkan harapannya.

“Semoga semakin banyak yang memakai produk dalam negeri sehingga dapat berdampak pada kemajuan ekonomi Indonesia. Terlebih Indonesia memiliki pemuda-pemudi yang banyak ide. Tentunya produk yang dihasilkan juga beragam,” tandas Bulan.

Adapun harga yang ditawarkan oleh para mahasiswa Farmasi Unair ini cukup terjangkau. Dari yang travel size dengan berat 15 gram seharga Rp. 10.000. Ada pula ukuran normal dengan berat 50 gram seharga Rp. 30.000. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.