Sedia Beasiswa Mahasiswa, Pemkot Surabaya Sisir Pemuda Belum Kuliah

Rudy Hartono - 22 April 2026
Seleksi pemberian beasiswa kuliah di Kota Surabaya. (sumber: antara)

SR, Surabaya  – Pemerintah Kota Surabaya menyisir kampung-kampung untuk mendata pemuda yang belum melanjutkan kuliah akibat keterbatasan ekonomi guna mengoptimalkan program bantuan biaya perkuliahan yang menyasar keluarga miskin dan pramiskin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya Herry Purwadi dalam keterangannya di Surabaya, Selasa (21/4/2026), mengatakan program ini merupakan tindak lanjut Peraturan Wali Kota Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pemberian Bantuan Biaya Perkuliahan/Pendidikan.

Kebijakan ini menggantikan skema sebelumnya yakni Beasiswa Pemuda Tangguh.

“Jadi program ini adalah menindaklanjuti arahan Wali Kota Eri Cahyadi (tentang) program 1 KK 1 Sarjana, dibantu melalui bantuan biaya perkuliahan,” kata Herry.

Ia menjelaskan Pemkot Surabaya juga memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi, tidak hanya dengan perguruan tinggi negeri (PTN) tetapi juga swasta.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini pemerintah melebarkan sayap melalui perguruan tinggi swasta (PTS). Kalau dulu hanya perguruan tinggi negeri saja,” ujarnya.

Saat ini terdapat 65 perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan pemkot, meliputi 15 PTN dan 50 PTS dengan bantuan yang diberikan meliputi uang kuliah tunggal (UKT) Rp2,5 juta dan uang saku Rp300 ribu per bulan selama 10 bulan setiap tahun hingga mahasiswa lulus.

“Untuk bantuan biaya perkuliahannya itu adalah UKT Rp2.500.000, dan ada uang saku Rp300.000 per bulan selama 10 bulan,” ucapnya.

Pada tahun 2026, Herry mengungkap kuota bantuan perkuliahan mencapai sekitar 23.860 penerima dan kini ada sekitar 11.600 mahasiswa yang telah memanfaatkan program tersebut. “Jadi totalnya (penerima) sudah mencapai di angka 11.600,” katanya.

Pihaknya memastikan proses seleksi calon penerima bantuan biaya perkuliahan dilakukan ketat untuk menghindari penyalahgunaan bantuan. Selain berbasis data, verifikasi juga dilakukan dengan turun langsung ke lapangan.

“Kami punya tim seleksi. Jika masih meragukan, teman-teman turun ke lapangan benar-benar survei, dan itu terdokumentasikan,” katanya. (*/ant/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.