Mahasiswa Farmasi UNAIR Ciptakan Skincare Dari Kulit Jengkol

Yovie Wicaksono - 25 June 2019
Mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR Ciptakan Skincare dari Kulit Jengkol. Foto : (Humas UNAIR)

SR, Surabaya – Mahasiswa Fakultas Farmasi UNAIR yang beranggotakan Mazhar Ardhina Silmi, Kholidatul fauziyah, Diah Ayu Laraswati, Nursanti Arya Pratiwi, dan Rizki Amalia Arifiani, membuat Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) di bidang kewirausaahan (PKM-K) dengan judul “DJENGKOLIC” Facial Wash & Scrub Antiaging dan Brightening dari Kulit Jengkol.

Mengenai hal itu, Mazhar mengatakan timnya memilih membuat sebuah produk kecantikan atau skincare alami dengan memanfaatkan limbah kulit jengkol karena jengkol sendiri merupakan tumbuhan yang biasanya hidup di daerah Indonesia, Thailand, dan Malaysia.

“Bijinya sering dimanfaatkan untuk bahan pangan. Sebagian besar masyarakat Indonesia mengenal jengkol sebagai komoditas yang dikonsumsi,” ungkapnya.

Di bidang kecantikan sendiri, jelasnya, pemanfaatan jengkol sebagai bahan kosmetik masih sangat minim dan kurang populer dibandingkan dengan bahan alami lainnya. Banyak penelitian yang membuktikan bahwa kulit jengkol mengandung berbagai senyawa kimia diantaranya flavonoid, saponin, dan tanin.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan flavonoid berfungsi sebagai antioksidan, saponin berfungsi mencegah penuaan dini, mengecilkan pori-pori wajah dan menghaluskan kulit. Sedangkan tanin berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri serta vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan sekaligus mencerahkan kulit.

“Maka dari itu tim ini pun mencoba membuat produk kecantikan alami yaitu ‘Djengkolic’ dengan memanfaatkan penelitian kulit jengkol yang dijadikan sebagai facial wash dan facial scrub sebagai pencerah kulit dan antiaging,” jelasnya.

Produk ‘Djengkolic’ ini dibuat secara 2-in-1 atau dua produk dalam satu kemasan yaitu facial wash sekaligus facial scrub. Produk didesain dalam kemasan yang sederhana, praktis, dan mudah penggunaannya. Bentuk produk dari ‘Djengkolic’ sendiri ialah gel yang mengandung bahan utama ekstrak kulit jengkol dengan tambahan butiran halus kulit jengkol sebagai exfoliator.

Ia juga menjelaskan, produknya dijual dalam kemasan tube 30 gram dan bertutup ulir, sehingga antitumpah dan sangat praktis untuk dibawa bepergian. Pembuatan serta penelitian produk ‘Djengkolic’ juga didamping salah seorang dosen pembimbing Lusiana Arifianti.

“Harapannya selain mengembalikan hakikat produk kecantikan alami asli Indonesia kepada masyarakat yang sekarang mulai didominasi produk luar negeri seperti Korea, juga membantu masyarakat dalam mengurangi limbah kulit jengkol pada lingkungan dengan membuatnya sebagai produk ‘Djengkolic’ yang kaya manfaat,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.