Legislator Jombang Usul Skema Subsidi Selisih Harga untuk Tekan Inflasi Bahan Pangan
SR, Jombang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang mulai menggodok strategi untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok. Salah satu skema yang diusulkan adalah menghidupkan kembali sistem intervensi anggaran seperti yang pernah diterapkan pada masa pandemi Covid-19.
Wakil Ketua DPRD Jombang, Donny Anggun, mengatakan, telah memberikan instruksi khusus kepada Komisi B DPRD Jombang dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) untuk mengawal kebijakan ini.
Donny menilai, Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki pengalaman dalam menstabilkan harga saat krisis terjadi. Penggunaan anggaran daerah untuk menambal selisih kenaikan harga pangan dianggap sebagai solusi konkret agar beban kenaikan tersebut tidak langsung dirasakan oleh konsumen.
“Waktu zaman Covid dahulu, ada anggaran Pemda yang digunakan untuk menutupi kekurangan saat harga bahan pangan naik. Kami mengharapkan sistem itu diterapkan lagi pada kondisi seperti ini agar masyarakat tidak terasa berat,” ujar Donny saat diwawancarai Super Radio, Rabu (11/3/2026).

Donny memberikan ilustrasi teknis terkait subsidi selisih harga tersebut. “Misalkan harga telur awalnya Rp1.000 per butir, lalu naik menjadi Rp1.200. Maka selisih Rp200 itu yang akan kami upayakan dibayarkan melalui skema anggaran daerah untuk masyarakat,” imbuhnya.
Senada dengan upaya pengawasan tersebut, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jombang, Dodit Eko Prasetiyo menegaskan, pemerintah daerah telah bergerak aktif melakukan pemantauan di lapangan.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan secara berkala di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Jombang, Dodit menyebut kondisi harga saat ini relatif terkendali.
“Pemerintah daerah sudah melakukan sidak di pasar-pasar. Untuk saat ini, harga-harga bahan pokok terpantau masih standar dan dinilai masih dalam batas terjangkau bagi masyarakat,” pungkas Dodit.
Sekadar informasi, melansir data siskaperbapo.jatimprov.go.id , per hari ini harga beras di kabupaten Jombang mencapai Rp14.000/kg untuk beras medium dan Rp15.000/kg untuk beras premium. Sedangkan harga telur ayam ras di kisaran Rp29.000/kg dan gula pasir mencapai Rp16.500/kg serta minyak goreng di kisaran Rp16.900 hingga Rp20.000 per liter. (fa/red)
Tags: DPRD Jombang, harga kebutuhan pokok di kabupaten jombang, harga sembako naik, Harga sembako terbaru, Wakil Ketua DPRD Jombang Donny Anggun
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





