Khofifah Tekankan Perusahaan di Jatim Nihilkan Kecelakaan Kerja

Yovie Wicaksono - 13 January 2020
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dalam upacara peringatan Bulan K3 Nasional di Surabaya, Senin (13/1/2020). Foto : (Sugeng JNR)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menekankan perusahaan atau industri baik besar dan kecil di wilayah Jawa Timur agar menihilkan aspek kecelakaan kerja. 

“Pada peringatan Bulan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) ke 50 Indonesia ini agar seluruh perusahaan atau industri menihilkan dari kemuningkan kecelakaan kerja dan kecelakaan akibat ditempat kerja,” ujar Khofifah usai upacara peringatan Bulan K3 Nasional di Lapangan Sier, Surabaya, Senin (13/1/2020).

Khofifah mengatakan, terdapat dua hal yang harus diupayakan untuk dinihilkan, yaitu kecelakaan kerja dan segala sesuatu yang menjadikan tidak sehat akibat kerja. Pada posisi seperti inilah, di Bulan K3 agar seluruh institusi dunia usaha dan dunia industri semuanya untuk berikhtiar menihilkan kecelakaan kerja.

“Kemudian serikat pekerja juga akan memaksimalkan kepada seluruh anggotanya untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam upaya menjaga keselamatan kerja perlu koordinasi dengan lembaga-lembaga yang memiliki kemampuan untuk bisa menyiapkan berbagai langkah-langkah pengamanan dan penyelamatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini juga didirikan enam booth keselamatan kerja dari perusahaan maupun kampus. 

“Mereka menyiapkan pola-pola yang bisa melakukan pengurangan dan kemungkinan bisa menghilangkan sama sekali efek dari kerja yang tidak sehat dan kecelakaan kerja bisa dieliminir,” tambahnya.

Plt Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 Kemenaker RI, M Iswandi Hari, mengungkapkan bahwa K3 ini janganlah dijadikan beban, namun dijadikan budaya oleh masyarakat Indonesia. Sesuai dengan tagline yang ada tahun ini yaitu K3 Unggul Indonesia Maju.

Menurutnya, hal yang perlu diwaspadai adalah kurangnya kepedulian mengenai keselamatan kerja pada masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

“Kita akan terus berusaha bagaimana mereka memiliki produktivitas yang bisa terjaga,” pungkasnya. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.