Lebih dari Ikon Kursi Roda: Memahami Simbol Disabilitas Secara Utuh
SR, Surabaya – Ketika mendengar kata “disabilitas”, sebagian besar orang akan langsung membayangkan ikon kursi roda.
Simbol ini memang umum digunakan di berbagai ruang publik, mulai dari toilet umum, area parkir, hingga pintu masuk gedung. Namun, perlu diingat: tidak semua disabilitas menggunakan kursi roda, dan tidak semua disabilitas bisa dikenali secara kasatmata.
Menurut panduan dari World Health Organization (WHO), disabilitas mencakup berbagai kondisi fisik, sensorik, intelektual, dan mental. Artinya, simbol kursi roda hanyalah representasi visual dari sebagian kecil populasi penyandang disabilitas.
Seiring waktu, banyak negara dan lembaga mulai mendorong penggunaan simbol disabilitas yang lebih inklusif. Salah satunya adalah “Accessible Icon Project”, yang merancang ikon kursi roda dinamis—lebih aktif dan menggambarkan mobilitas.
Meski tidak menggantikan simbol internasional, pendekatan ini memberi pesan kuat: penyandang disabilitas adalah bagian aktif dari masyarakat.
Di Indonesia, Peraturan Menteri PUPR No. 14 Tahun 2017 juga menyebutkan pentingnya penyediaan fasilitas dan penanda yang ramah bagi semua ragam disabilitas, termasuk tuna netra, tuna rungu, hingga disabilitas mental.
Simbol bukan sekadar gambar. Ia adalah pengingat. Bahwa inklusi bukan hanya soal ruang, tetapi juga persepsi. Sudah saatnya kita meluaskan cara pandang terhadap disabilitas: tak selalu terlihat, tapi tetap ada dan perlu dihargai. (*/dv/red)
Tags: dinamis, disabilitas, simbol, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





