Lawan Apatisme, Gen Z Surabaya Antusias Dalami Pemikiran  Bung Karno

Rudy Hartono - 1 July 2026
Peserta dan narasumber gelaran diskusi publik Bulan Bung Karno "Warisi Apinya bukan Abunya" di Dukuh Pakis Surabaya mengabadikan momen usai acara, di Warkop Eden, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa (30/6/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

SR, Surabaya – Taruna Merah Putih (TMP) Dukuh Pakis Surabaya menggelar diskusi publik bertajuk “Warisi Apinya Bukan Abunya” pada Selasa (30/6/2026).

Bertempat di di Taman Eden (Warkop MAK), kegiatan turut dihadiri oleh pengurus PAC PDI Perjuangan Dukuh Pakis, puluhan peserta yang mayoritas berasal dari kalangan milenial dan Gen Z, dan Juru Bicara DPP PDI Perjuangan Aryo Seno Bagaskoro sebagai narasumber utama untuk memantik semangat para peserta.

Ketua PAC Taruna Merah Putih Dukuh Pakis, Aline Budiono, menyatakan, kegiatan ini dirancang agar pemuda tidak lagi bersikap apatis terhadap berbagai isu bangsa. Fokus utama acara adalah mengenalkan pemikiran kritis Bung Karno, bukan sekadar mengenang sosoknya sebagai tokoh sejarah.

Ia menekankan pentingnya bagi anak muda untuk kembali mendalami api semangat perjuangan sang proklamator. “Tujuannya memang supaya generasi muda itu tidak apatis terhadap isu-isu bangsa yang sekarang lagi trending,” ujarnya saat ditemui usai acara.

Menurut Aline, banyak generasi muda saat ini hanya mengenal Bung Karno sebagai Presiden pertama tanpa memahami visinya secara mendalam. Padahal nilai-nilai bapak proklamator itu harusnya jadi pemicu semangat anak muda untuk terus bergerak. “Kita ingin mengajarkan kepada generasi muda supaya mereka melek terhadap pemikiran Bung Karno yang ada,” tambahnya.

Gen Z Tidak Apatis

Untuk itu kegiatan serupa akan terus dimasifkan untuk menjaga api perjuangan Bung Karno tetap menyala seiring perkembangan zaman. Pihaknya berharap dapat melahirkan generasi muda yang lebih kritis dalam menyikapi kondisi bangsa saat ini.

Ketua PAC Taruna Merah Putih Dukuh Pakis, Aline Budiono saat membuka acara sai diskusi publik Bulan Bung Karno “Warisi Apinya bukan Abunya” di Warkop Eden, Jalan Dukuh Kupang, Surabaya, Selasa (30/6/2026). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)

“Ini baru pertama kali dilakukan di Dukuh Pakis, dan kami ada rencana juga untuk ke depannya melakukan kegiatan serupa. Kami akan buktikan bahwa Gen-Z tidak apatis, Gen-Z melek sama bangsa sendiri,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu peserta, Ni Putu Keyza (18) turut membagikan pengalamannya. Maba Universitas Bhayangkara itu mengaku terkesan dengan dialog tema kebangsaan dalam diskusi ini. Ia menilai pemikiran Seno dalam diskusi itu sangat relevan bagi Gen Z untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air.

“Sebagai Gen Z, kita tidak boleh melupakan tanah air kita dan lebih baik memilih berpendidikan di negara sendiri. Untuk Kak Seno paparannya the best banget,” ucapnya.

Bung Karno Juga Rakyat Biasa

Sementara itu, Seno mengapresiasi langkah TMP Dukuh Pakis Surabaya menggelar diskusi pemikiran Bung Karno di sebuah warung kopi .  Kegiatan ini dinilai sangat efektif untuk mendekatkan sosok proklamator kepada rakyat biasa dan generasi muda.

Seno menekankan, pemilihan warung kopi sebagai lokasi diskusi sangat tepat karena sifatnya yang egaliter. Menurutnya, Bung Karno sendiri merupakan sosok yang tumbuh dari rakyat biasa dan memiliki karakter kuat sebagai “Arek Surabaya” yang berani menyuarakan kebenaran.

“Inilah kenapa hari ini saya mengapresiasi teman-teman bikin di warung kopi. Karena di warung itulah sebetulnya tempat rakyat bertemu, tempat anak-anak muda bertemu, dan saya kira ini tempat yang sangat efektif untuk bicara soal Bung Karno yang memang berangkat dari rakyat biasa, bukan bagian dari elit,” ujarnya usai diskusi.  (hk/red)

 

Tags: , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.