Kucurkan Rp7,9 Miliar, KKP Bangun Sentra Ekonomi Garam di Pamekasan
SR, Pamekasan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) membangun sentra garam rakyat di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan produksi garam nasional.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Diskan) Pemkab Pamekasan Abdul Fata di Pamekasan, Senin (29/6/2026) mengatakan pembangunan sentra garam itu dipusatkan di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.
“Saat ini pelaksanaan pembangunan sentra garam tersebut sedang berlangsung dan telah dilakukan uji substansi pemantauan oleh kementerian terkait,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa target utama pembangunan sentra garam tersebut untuk mencapai swasembada garam nasional, yang ditargetkan terealisasi pada 2027 sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 17 Tahun 2025.
“Dan kebijakan pemerintah ini juga dalam rangka menetapkan langkah strategis untuk menghentikan ketergantungan impor garam secara bertahap, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun untuk sektor industri,” katanya.
Menurut Abdul Fata, untuk merealisasikan target utama tersebut, pemerintah melalui KKP menjalankan strategi prioritas yang meliputi, pengembangan infrastruktur, peningkatan kualitas hasil produksi garam, dan transformasi industri garam.
“Sentra garam yang kini sedang dibangun KKP di Desa Majungan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini sebagai upaya untuk merealisasikan apa yang menjadi target utama, sesuai dengan amanah Perpres Nomor 17 Tahun 2025 itu,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pada pengembangan infrastruktur, sarana yang disediakan pemerintah berupa pembangunan pabrik pengolahan garam berteknologi tinggi dan penguatan sarana tambak garam rakyat. Sedangkan pada peningkatan kualitas, yakni dengan memproses garam yang diproduksi oleh petani lokal agar memenuhi standar kualitas industri.
“Sedangkan pada transformasi industri berupa adanya pemetaan detail lokasi pergaraman dan penerapan teknologi inovatif yang ramah lingkungan,” katanya menjelaskan.
Menurut Fata, total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk pembangunan sentra garam itu sebesar Rp7,9 miliar.
Kabupaten Pamekasan terpilih sebagai salah satu kabupaten yang diharapkan bisa menjadi penopang program swasembada pangan, karena kabupaten tersebut termasuk salah satu daerah penghasil garam di Indonesia bersama dua kabupaten lain yang ada di Pulau Madura, yakni Sumenep dan Kabupaten Sampang.
Luas areal tambak garam di kabupaten itu mencapai 913,5 hektare, tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Galis, Pademawu dan Kecamatan Tlanakan.
Di Kecamatan Galis, ada empat desa yang menjadi produsen garam, yakni Desa Lembung, Polagan, Konang dan Desa Pandang, dengan luas tambak garam mencapai 458,6 hektare.
Di Kecamatan Pademawu desa yang memproduksi garam tersebar di delapan desa, yakni Desa Dasuk, Bunder, Pademawu Timur, Tanjung, Padelegan, Majungan, Pegagagan dan Desa Baddurih dengan luas tambak garam mencapai 445,4 hektare.
Sedangkan di Kecamatan Tlanakan, produksi garam di tiga desa, yakni Desa Tlesah, Tlanakan dan Desa Branta Tinggi dengan total luas tambak garam 9,6 hektare.
Dari 15 desa penghasil garam yang tersebar di tiga kecamatan itu, desa dengan luas tambak garam terbanyak ialah Desa Lembung, Kecamatan Galis, yakni 245 hektare dengan total produksi pada tahun 2018 mencapai 1.581 ton, sedangkan yang paling sedikit ialah Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, yakni 2,6 hektare dengan total produksi 33 ton.
“Dari luasan yang ada itu, total produksi garam di Pamekasan sekitar 130 ribu ton lebih dan apabila sentra garam yang dipusatkan di Desa Majungan ini selesai, kami yakin produksi garam akan lebih banyak lagi,” kata Fata menjelaskan. (*/ant/red)
Tags: kementerian kelautan, pamekasan, sentra garam, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





