JIIPE Perkuat Tata Kelola Lingkungan Tingkatkan Daya Saing

Rudy Hartono - 1 July 2026
Direktur PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) Bambang Soetiono (kedua kanan) melepaskan benih kepiting di kawasan pesisir Kalimireng, Gresik, Jawa Timur, Selasa (30/6/2026). (sumber: antara)

SR, Gresik  – PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) selaku pengelola Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE) memperkuat tata kelola lingkungan berbasis data untuk meningkatkan daya saing kawasan industri sekaligus mendukung investasi berkelanjutan.

Direktur PT BKMS Bambang Soetiono mengatakan tata kelola lingkungan menjadi bagian dari strategi pembangunan kawasan karena daya saing industri tidak lagi hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi.

“Ke depan, daya saing kawasan industri tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur dan investasi, tetapi juga oleh kredibilitas tata kelola lingkungannya. Karena itu kami terus memperkuat monitoring berbasis data, mengembangkan infrastruktur lingkungan, serta membangun kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenant, dan masyarakat,” katanya saat peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di JIIPE, Gresik, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan BKMS secara rutin melakukan pemantauan kualitas lingkungan menggunakan hasil uji laboratorium terakreditasi yang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021.

Perusahaan juga mengoperasikan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) serta menyiapkan pengembangannya menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan pengelolaan lingkungan memerlukan kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.

Menurut dia, rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove dan perlindungan jaminan sosial bagi nelayan merupakan bentuk sinergi yang perlu terus diperkuat.

Pada kegiatan tersebut, JIIPE bersama Pemerintah Kabupaten Gresik, akademisi, tenant kawasan, dan masyarakat menanam 1.000 bibit mangrove serta melepas 1.000 benih ikan dan 100 benih kepiting di kawasan Kalimireng.

Sementara itu, Guru Besar Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga Prof. Eddy Setiadi Soedjono mengatakan pengelolaan lingkungan kawasan industri harus didukung monitoring jangka panjang dan data berkala karena perubahan kualitas lingkungan dipengaruhi berbagai faktor yang saling berinteraksi.

Menurutnya, pendekatan berbasis data diperlukan agar setiap kebijakan pengelolaan lingkungan dilakukan secara objektif, terukur, dan berkelanjutan. (*/ant/red)

 

Tags: , , , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.