Antisipasi Kebakaran Hutan, FPRB Jatim Bentuk Forum Tematik di SAR TC
SR, Surabaya – Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Jatim bersama seluruh komponen pegiat kebencanaan melaksanakan pelatihan pemadaman api kebakaran hutan dan membentuk Forum Tematik. Hal ini dilakukan berkaca dari kebakaran hutan di lereng gunung Arjuno yang menghanguskan sekitar 4000 hektar dan penanganan yang membutuhkan biaya cukup besar.
Kegiatan pelatihan pemadaman api kebakaran hutan dilaksanakan di Sampoerna Rescue Training Center (SAR TC), Pasuruan, Sabtu (3/8/2024) hingga Minggu lalu (4/8/2024). Dalam keterangan tertulisnya yang diterima Superradio.id, Rabu (7/8/2024), kegiatan yang bertajuk “Siaga Darurat Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) Lingkar Arjuno Welirang Anjasmoro” ini di isi dengan paparan dan simulasi terkait dengan penanggulangan hutan dan lahan, yang dilaksnakan di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, bersebelahan dengan Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC).
Beberapa pembicara dan mentor dihadirkan dalam penyampaian materi dan simulasi yang digelar. Di antaranya berasal dari BNPB, BPBD Jatim, FPRB Jatim, Tim Rescue POMI Paiton Energi dan tentu saya dari Sampoerna Rescue.
Kegiatan ini diikuti 100 orang perwakilan dari berbagai relawan. Kegiatan ini sekaligus mengajak semua komponen Pentahelix untuk ikut serta. Sehingga ada perwakilan dari relawan, pengusaha, pemerintah, akademisi dan media.
Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penaggulangan Bencana (BNPB) RI, Pangarso Suryotomo, menuturkan, banyak kerugian yang secara tidak langsung harus dihadapi ketika terjadi Karhutla. Makanya saat ini pihaknya mengajak semua komponen untuk berbicara dan melangkah dalam berbagai tindakan untuk mengirangi angka kebakaran itu.
“Forum Tematik ini bisa menjadi embrio di tempat yang lain, tentu dengan ancaman yang berbeda. SAR TC sendiri sangat strategis, terutama di saat ada ancaman Karhutla,” kata Pangarso.
Sekretaris Jenderal FPRB Jatim, Catur Sudarmanto, mengatakan, pelatihan di SAR TC mampu membentuk sinergi yang baik. Pihaknya melihat banyak fenomena di sepanjang 2023, termasuk kejadian Karhutla pada 4.000 hektar lahan yang terjadi di tiga gunung itu dalam setahun.
“Kami menfasilitasi untuk terbangun dalam Forum Tematik. Biar kegiatan ke depan terkoordinasi dengan mudah dengan adanya forum ini,” ujarnya.
Ia pun memahami bahwa koordinasi menjadi kunci dalam Forum Tematik. Sehingga penanganan lebih mudah dan cepat. Bahkan, Forum Tematik akan dijadikan pilot project yang dirancang di tempat lain. “Proses mitigasi sampai pemulihan bisa berjalan baik, serta risiko bisa diminimalisir,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim Bige Agus Wahjuono yang hadir mewakili Kalaksa BPBD Jatim menyatakan apresiasinya terhadap sinergi yang dibangun antara FPRB Jatim dengan berbagai pihak baik pemerintah dalam hal ini BNPB dan BPBD maupun pihak swasta hingga terselenggarany acara ini. “Sinergi dan kolaborasi multihelik kebencanaan menjadi solusi dari penanggulangan bencana,” katanya.
Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Arief Triastika mengatakan, SAR TC sudah beroperasi sejak 18 September 2012 yang menjadi pusat pelatihan tanggap darurat bencana. Sejak awal dibentuk hingga kini, SAR telah membantu lebih dari 215.000 orang di lebih dari 340 misi kemanusiaan
“Melalui Sampoerna Rescue, kami turut membantu kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat, evakuasi, pemulihan, revitalisasi dan mitigasi untuk masyarakat yang tidak hanya berada disekitar lingkungan dimana kami beroperasi tetapi hampir beberapa daerah seperti yang terakhir adalah gempa bumi di Cianjur dan bencana kekeringan di Pasuruan,” ujar Arief. (*/red)
Tags: bnpb, Gunung Arjuno, kebakaran hutan, SAR, superradio.id
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





