Kusnadi Apresiasi Jambore Daerah Jawa Timur

Yovie Wicaksono - 14 October 2019
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi menghadiri pembukaan Jambore Daerah Jawa Timur di bumi perkemahan Wisata Hutan Pinus, Songgon, Banyuwangi, Minggu (13/10/2019). Foto : (Istimewa)

SR, Banyuwangi – Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Kusnadi menghadiri pembukaan Jambore Daerah Jawa Timur di bumi perkemahan Wisata Hutan Pinus, Songgon, Banyuwangi, Minggu (13/10/2019).

Kusnadi sangat mengapresiasi kegiatan lima tahunan bagi Pramuka tingkat penggalang ini. Sebab, dalam kegiatannya selama latihan di sekolah masing-masing dan puncak kegiatan di Jambore, banyak sekali sisi positifnya, terutama dalam pembentukan karakter bangsa.

“Sangat banyak sisi positifnya, dan itu harus diakui kita semua. Gerakan Pramuka ini bisa jadi salah satu ajang pembentukan karakter bangsa sejak usia dini,” kata Kusnadi, usai acara pembukaan jambore.

Pembinaan yang berlangsung di Gerakan Pramuka adalah untuk mendukung program revolusi mental yang sudah dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak lima tahun lalu. Karena itu, Kusnadi melanjutkan, semua pihak harus ikut memajukan Gerakan Pramuka.

Sementara itu, Sekjen Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Mayjen TNI (Purn) Dr. Bachtiar dalam sambutannya menyampaikan pesan-pesan Ketua Kwarnas Budi Waseso yang berhalangan hadir.

Kwarnas, sebut Bachtiar mengucapan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang telah mendukung penuh kegiatan Jambore.

Ucapan senada juga disampaikan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang telah memfasilitasi kegiatan Jambore Daerah Jawa Timur Tahun 2019.

Sebagai wadah pendidikan non formal, kata Bachtiar, Pramuka telah berusia 58 tahun dan tetap eksis membentuk pemuda berkarakter sesuai Satya dan Darma Pramuka hingga terbukti hasilnya. “Karena itu, mari kita bersatu memajukan kader kader pramuka,” ucapnya.

Tema jambore yang dibuka Kadispora Jatim Supratomo mewakili Gubernur Khofifah kali ini adalah “Pramuka Jawa Timur, Generasi Emas Pancasila”. Tujuannya, mengembangkan potensi Pramuka Penggalang Jatim sebagai generasi emas bangsa Indonesia berkarakter Pancasila.

Jambore yang berlangsung hingga 18 Oktober ini diikuti 1.520 Pramuka, terdiri dari 1.064 Pramuka penggalang, 152 Pramuka berkebutuhan khusus, dan 304 pembina. Mereka utusan Pramuka dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Timur. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.