Kreasi Seni Brilian Anak-Anak di Pameran Another Day to Play
Peserta anak dengan karyanya aneka ikan dalam kontemporer seni di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Kepala sekolah dari salah satu seniman muda bersama peserta saat mengamati karya wayang kreatif hasil muridnya di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Karya seni bentuk hewan dari barang bekas oleh seniman muda di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Karya seni anak dalam imajinasi kartu remi di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Karya seni anak dalam imajinasi kartu remi di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Peserta pameran berfoto dengan salah satu karya seni yang unik dan kreatif di Pameran Another Day to Play di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025). (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
Dari kanan Direktur Wisma Jerman Mike Neuber, perwakilan dinas kebudayaan surabaya, Founder and Owner of Lotus Art Course I Putu Mahendra, dan para peserta di pembukaan Pameran Another Day to Play. (foto: hamidiah kurnia/superradio.id)
SR, Surabaya – Lotus Art Courses bersama Orasis Art Space resmi membuka pameran bertajuk “Another Day to Play” di Museum Pendidikan Surabaya, Jumat (25/7/2025).
Uniknya, tak sekadar pameran. Founder and Owner of Lotus Art Course I Putu Mahendra mengatakan, kegiatan yang digelar mulai 26 Juli-3 Agustus 2025 tersebut juga menjadi persembahan mereka untuk merayakan Hari Anak Nasional.
Seperti nama acaranya, lewat pameran ini, anak-anak membuktikan bahwa mereka juga berhak mendapat kesempatan yang sama untuk berkarya dan bermain, berkreasi lewat karya seni, dan mendapat apresiasi banyak orang.
“Pesannya di hari anak, anak anak makin merdeka untuk berkarya dan orang luar makin tahu bagaimana cara mengapresiasi karya dengan baik,” ujarnya saat ditemui sebelum mulainya acara.
Untuk itu seluruh seniman yang terlibat juga anak-anak. Total ada 12 peserta dengan macam-macam karya kreatif 2 dimensi dan 3 dimensi. Mulai dari lukisan, wayang, replika mainan, hingga instalasi akuarium yang rata-rata dibuat dari bahan bekas.
Tak sekadar melihat karya yang ada. Pengunjung juga bisa merasakan pengalaman interaktif lewat beberapa seni yang ditampilkan.
Dengan harga tiket Rp5.000 pengunjung dapat menikmati sensasi tour Museum Pendidikan yang terhubung ke area pameran. Ikut menggambar bersama, hingga membuat DIY bersama para seniman muda dan panitia disana.
“Pameran ini menarik karena karya yang ditampilkan juga 3 dimensi karya responsif suasana ceria dan anak yang berkunjung juga pasti happy karena tidak hanya pameran juga ada program disini,” tuturnya.
Kaylee Ann Siswanto, Salah satu seniman muda yang terlibat pun turut mengungkapkan pengalamannya. Lewat pameran ini ia belajar keluar dari comfort zone (zona nyaman) dan mengasah rasa penasarannya menjadi sebuah karya.
“Saya senang menjadi bagian dari pameran ini. Kami belajar bahwa dalam bermain, ide kreatif muncul dan dari sana karya kreatif muncul,” ungkapnya dalam sambutan.
“Semoga pameran ini juga jadi pengingat bahwa tiap hari menjadi kesempagan bermain berkarya dan berkembang untuk jadi lebih baik dan lebih kreatif,” imbuhnya.
Tak berhenti disitu. Apresiasi juga muncul dari para orang tua seniman. Salah satunya Ana, seorang ibu dari salah satu anak yang terlibat di pameran Another Dag to Play.
Menurutnya pameran tersebut menjadi kesempatan yang baik bagi anak-anak untuk mengembangkan potensinya. Walaupun ada beberapa tantangan, namun project Lotus Art itu berhasil membuat hubungan orang tua dan anak makin erat dan bermakna.
“Banyak tantangan yang kami hadapi saat menyiapkan pameran ini. Ketika kita bersama Orasis kita mulai merumuskan jadi diajak berpikir diluar kebiasaan kita. Anak anak juga diajak hadir untuk melihat, menggali apa lagi yang bisa dibuat untuk pameran ini,” sebutnya.
“Kita bangga sebagai orang tua. Ternyata anak anak bisa mengimajinasikan begitu luas. Terima kasih pada dukungan yang diberikan pada kami,” pungkasnya. (hk/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





