Kota Batu Kembali Zona Merah, Kluster Keluarga Mendominasi

Yovie Wicaksono - 4 December 2020
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Foto : (Istimewa)

SR, Batu – Pemerintah Kota Batu menyatakan bahwa penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di wilayah setempat yang saat ini kembali masuk zona merah penyebaran virus corona, berasal dari penyebaran lingkungan keluarga.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, sebaran virus corona di wilayah Kota Batu, bukan disebabkan karena adanya kunjungan wisatawan yang datang di kota tersebut, namun berasal dari penyebaran klaster keluarga.

“Perlu diingat, bukan dari pariwisata, akan tetapi berasal dari klaster keluarga,” kata Dewanti di Batu, Jumat (4/12/2020).

Dewanti menambahkan, pihaknya mengajak seluruh satuan tugas penanganan Covid-19 mulai dari tingkat dusun, untuk bisa mengingatkan masyarakat Kota Batu, terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah.

Jika didapati masih banyak masyarakat yang melanggar penerapan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah, lanjut Dewanti, pihaknya akan meminta para aparat untuk melakukan penindakan terkait pelanggaran protokol kesehatan.

“Kalau masih tidak menurut, aparat TNI, dan Polres Batu akan bertindak,” kata Dewanti.

Dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, Kota Batu kembali masuk pada zona merah penyebaran Covid-19. Tercatat, total kasus konfirmasi positif Covid-19 mencapai 799 orang, dengan penambahan sebanyak 33 kasus pada 3 Desember 2020.

Salah satu wilayah yang menjadi tempat penyebaran Covid-19 adalah di Desa Tlekung, dan Desa Songgokerto, Kota Batu. Warga yang sakit, enggan dirawat di rumah sakit, dan ada interaksi dengan masyarakat lain.

Sementara itu, Kapolres Batu AKBP Catur Cahyono Wibowo menambahkan, pihaknya akan melakukan operasi yustisi dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran warga Kota Batu, terkait pentingnya penerapan protokol kesehatan pada saat beraktivitas di luar rumah.

“Sesuai arahan pimpinan, kami akan menegakkan operasi yustisi, menegakkan kedisiplinan masyarakat, dan ini perlu kerja sama dari semua pihak,” kata Catur.

Dari total keseluruhan, sebanyak 799 kasus konfirmasi positif di Kota Batu, sebanyak 649 orang telah dinyatakan sembuh, 74 orang dilaporkan meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.