Tidak Ada Penambahan Kasus Positif Covid-19 di Surabaya dan Gresik

Yovie Wicaksono - 3 May 2020
Laporan info grafis Tim Gugus Tugas Covid-19 Pemprov Jatim, Sabtu (2/5/2020). Foto : (JNR)

SR, Surabaya – Perkembangan kasus positif Covid-19 di Jawa Timur mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan dengan beberapa hari yang lalu. Hal ini disebabkan tidak ada pertambahan  dari dua kota epicentrum penyebaran Covid-19, yaitu Surabaya dan Gresik.  

Ketua gugus kuratif Satgas Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi menjelaskan pada Sabtu(2/05/2020), ada tambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 6 pasien, terdiri dari 1 orang dari Kabupaten Lumajang, 1 orang dari Kabupaten Ponorogo, 1 orang dari Kabupaten Jombang, 1 orang dari Kabupaten Pasuruan, 1 orang dari Kabupaten Mojokerto dan 1 orang dari Kabupaten Malang. 

Ia menambahkan, total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 1.037 kasus, yang masih dirawat 754 orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.250 orang yang masih diawasi sebanyak 1.680 orang atau 51,69 persen. Selanjutnya Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 19.767 dan yang masih dipantau 5.350 orang. 

“Mudah-mudahan tren penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 terus berlanjut,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (2/5/2020).   

“Total pasien yang sembuh juga mengalami peningkatan sebanyak 171 orang atau 16,49 persen, yakni 1 orang dari Kabupaten Jombang, 2 orang Kabupaten Malang dan 3 orang dari Kota Surabaya, sedangkan yang meninggal 2 orang,” tambahnya. 

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak untuk meneguhkan tekad dengan terus mematuhi segala aturan atau protokol kesehatan baik dari World Health Organisation (WHO) maupun dari Kementerian Kesehatan. 

“Dalam melawan Covid-19 harus diikuti keteguhan kita, kepatuhan kita bahwa memang kita harus disiplin, harus lebih patuh,” ujar Khofifah. (*/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.