Korban Longsor Keracunan, Bupati Nganjuk : Perketat Pengawasan Bantuan

Yovie Wicaksono - 20 February 2021
Pasien korban keracunan makan mie ayam masih dirawat di Puskesmas Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (19/2/2021). Foto : (Antaranews)

SR, Nganjuk – Pasca terjadinya keracunan massal yang melibatkan relawan, pengungsi dan masyarakat umum pada Kamis (18/2/2021) malam lalu, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat menginstruksikan kepada seluruh tim tanggap bencana agar selalu memberi perhatian dan pengawasan terhadap pendistribusian bantuan bencana dari luar. 

“Ya saya sudah menginstruksikan kepada seluruh tim, karena itu datangnya malam. Terlepas dari pengawasan ya namanya musibah. Ada orang ingin membantu nggak tahunya mungkin makanannya kurang layak dikonsumsi melebihi expired jam,” Kata Novi, Sabtu (20/2/2021).

Ia menyebut, terdata korban yang mengalami keracunan berjumlah 44 orang. Menurutnya, mereka yang terkena musibah tersebut bukan hanya berasal dari lingkungan sekitar pengungsian tetapi juga relawan. Bahkan Novi mengaku ajudannya juga sempat mengalami gejala keracunan. 

“Korbannya tidak hanya disini aja loh ya, yang di Nganjuk kota itu habis makan disini, relawan yang ikut saya, ajudan saya juga kena kok. Ajudan saya yang ikut cuman berapa ini, lainnya terkapar habis dari UGD saya suruh istirahat. Semuanya hampir kena, TNI – Polri juga kena,” ujarnya. 

Seperti diketahui, peristiwa keracunan massal ini diduga berasal dari makanan mie yang dikemas cup. Beberapa jam usai mengkonsumsi hidangan bantuan dari masyarakat luar tersebut,  mendadak satu persatu korban mengalami gejala yang sama, perut mual, muntah, disertai sakit kepala. Perkembangan terakhir menyebutkan jika kondisi kesehatan para korban sudah membaik. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.