22 Anak TK di Jember Diduga Keracunan MBG
SR, Jember – Puluhan anak di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, Jawa Timur, diduga mengalami keracunan makanan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 3.
Data Satgas MBG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, sedikitnya 22 anak dari TK Al-Hidayah 01 dan PAUD Qur’an Raudlatul Tulab menjadi korban dalam kejadian pada Rabu (20/5/2026).
Para korban sempat menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Dengan rincian, empat anak dirawat di RS Kaliwates, satu anak di Puskesmas Kaliwates, enam anak di Puskesmas Jember Kidul, sementara 11 lainnya menjalani rawat jalan.
Ketua Satgas MBG Pemkab Jember, Ahmad Imam Fauzi, mengatakan bahwa munculnya korban menjadi indikasi adanya persoalan dalam pengelolaan MBG yang harus segera dibenahi. “Ada korban, itu fakta. Berarti ada sesuatu di sini. Bupati berpihak pada korban dan meminta maaf kepada korban serta keluarga korban. Ini tidak boleh terulang lagi,” kata Fauzi saat inpeksi mendadak (inpeksi) di SPPG Kaliwates 3, Kamis (21/5/2026).
MBG Fauzi langsung turun mengecek kondisi dapur serta mengambil sampel MBG bersama Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB). Menurut dia, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim untuk diuji di Labkesda.
Dia juga menyebut, laporan dugaan keracunan itu salah satunya diterima melalui kanal pengaduan Wadul Gus’e. “Ini gambaran agregat bahwa pengelolaan MBG memang ada masalah karena sifatnya massal dan masif,” ujarnya.
Pemkab Jember memastikan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis secara optimal. Baca juga: Fraksi Gerindra Jember Ungkap Alasan Syahri Main Game Saat Rapat: Lupa Beri Makan Sapi BGN Hentikan Sementara SPPG Kepala SPPG Kaliwates 3, Ahmad Farid Anam, menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.
Farid mengatakan, pihaknya langsung melakukan penanganan begitu menerima laporan adanya siswa yang mengalami gejala sakit setelah mengonsumsi MBG. “Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Kami juga tidak menginginkan musibah seperti ini,” kata Farid saat diwawancara. Menurut dia, seluruh korban telah mendapat penanganan medis dan pihaknya menanggung biaya pengobatan korban yang tak tercover BPJS. Farid menyebut, dapur MBG Kaliwates 3 untuk sementara terkena suspend alias dihentikan operasionalnya sambil menunggu hasil laboratorium. (*/red)
Tags: jember, keracunan, mbg, superradio.id, tk
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





