Kopi Bekatul Dewi Sekartaji, Inovasi Kelompok Tani Lereng Gunung Wilis

Yovie Wicaksono - 24 October 2020
Kopi Bekatul Dewi Sekartaji, Inovasi Kelompok Tani Lereng Gunung Wilis. Foto : (Super Radio/Rahman Halim)

SR, Kediri – Petani lereng kaki Gunung Wilis berinovasi membuat Kopi Bekatul Dewi Sekartaji, yakni minuman sehat yang bisa dikonsumsi dan dinikmati oleh segala kategori usia. Produk minuman ini sendiri sudah ada sejak 5 tahun lalu.

Minuman ini dibuat oleh kelompok tani organik Sri Cahyo Mulyo yang berlokasi di Dusun Rombo, Desa Pagung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, dengan bahan dasar tanpa adanya campuran kimia dan semuanya dijamin 100 persen herbal.

“Bekatul itu kan bahannya dari gabah yang di selep keluar berasnya. Berasnya kemudian dipoles lagi,” ujar Kusbiyatun, salah satu anggota kelompok wanita tani.

Ibu rumah tangga berusia 46 tahun ini menjelaskan, kandungan vitamin B  yang ada di kopi bekatul sangat baik untuk kesehatan jika dikonsumsi.

“Sangat bagus untuk kesehatan, terkadang ada orang yang sakit membeli kopi bekatul,” ujarnya.

Kusbiyatun mengungkapkan alasan minuman ini diselipkan nama kopi lantaran cara penyajiannya sama dengan kopi.

“Caranya menyeduh kan seperti kopi, kalau orang sini nyebutnya kan kopi bekatul. Kalau kopi item kan ada pahitnya, kalau kopi ini rasanya sangat gurih,” katanya.

Minuman ini juga bisa disajikan dengan menggunakan bahan herbal lainnya seperti jahe, seledri dan sereh. Dengan mengkonsumsi minuman ini sangat baik untuk kesehatan.

“Ada warga Kabupaten Kediri, yang merasa sakit kesemutan terkadang pesan kopi bekatul, Alhamdulillah sembuh,” pungkasnya.

Tidak hanya digandrungi warga asal Kediri, Kopi Bekatul Dewi Sekartaji juga diminati konsumen asal luar daerah seperti Surabaya dan lainnya. Kebanyakan konsumen yang beli dari luar daerah mengetahuinya melalui media sosial.

“Penjualannya juga kita pasarkan melalui media sosial, banyak yang beli dari luar daerah,” ujar Kusbiyatun.

Kopi Bekatul Dewi Sekartaji dijual ukuran kemasan seperempat kilogram seharga Rp 20 ribu – Rp 25 ribu. Jika masih dalam kemasan dan tidak terkena udara, minuman herbal ini bisa bertahan selama 1 tahun. (rh/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.