PAC PDI Perjuangan Sukodono Gelar Tahlil Haul Bung Karno
SR, Sidoarjo – Memperingati Haul ke-56 Bung Karno, Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Sukodono melangsungkan tahlil dan doa bersama secara khidmat di rumah Ketua PAC, Tunasih, di Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (20/6/2026) malam. Tahlil dan doa dipimpin ustaz Husnul Khatim diikuti dengan khusyuk oleh jajaran PAC Sukodono dan juga pengurus ranting yang hadir.
Hadir di tengah-tengah doa bersama Wakil Sekretaris Bidang Internal DPC PDI Perjuangan Sidoarjo R Pavi Harjo. Dikatakannya agenda haul Bung Karno itu dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Pengurus Anak Cabang (PAC) di tingkat kecamatan hingga tingkat Ranting di seluruh wilayah Kabupaten Sidoarjo.

Selanjutnya Pavi menegaskan bahwa tahlil ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan wujud penghormatan atas jasa besar Bung Karno bagi kemerdekaan bangsa. “Hari ini kita bersama-sama mengetuk pintu langit, memohonkan tempat mulia bagi almarhum Ir. Soekarno. Lewat tahlil ini, kita juga menyegarkan kembali sanubari kita tentang arti perjuangan nasionalisme kepada negara,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pavi meluruskan distorsi sejarah masa lalu tentang Bung Karno. Disampaikan bahwa Bung Karno adalah sosok religius-nasionalis yang sangat dekat dengan para ulama. Hal ini dibuktikan melalui catatan sejarah tahun 1954 pada Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya, di mana para ulama memberikan gelar Waliyyul Amri ad-Dharuri bi as-Syaukah (Pemimpin Pemerintahan yang Sah di Masa Darurat) kepada Bung Karno.
“Karena itu, janganlah pernah lelah mencintai Bung Karno. Tanpa Bung Karno kita tidak akan pernah merdeka. Juga, jangan lelah mencintai Ibu Megawati Soekarnoputri, ketua umum kita,” pesan politikus tinggi besar berkaca mata itu.

Konsolidasi dan Agenda Musyawarah Anak Ranting
Momentum peringatan Haul Bung Karno itu dimanfaatkan Pavi untuk konsolidasi dengan para pengurus ranting guna memperkuat barisan dan menata masa depan partai. Dikatakan agenda terdekat adalah pembahasan teknis Musyawarah Ranting (Musran) dan Anak Ranting guna penyusunan struktur kepengurusan baru.
Berdasarkan arahan terbaru DPD PDI Perjuangan Jatim, bahwa akan ada penyegaran struktur secara radikal di tubuh Pengurus Ranting PDI Perjuangan. Ke depannya, kepengurusan tingkat ranting minimal 40% kepengurusan harus diisi oleh Generasi Z (anak muda di bawah usia 35 tahun) dan minimal 30% keterwakilan perempuan. “Jika dalam satu kepengurusan Ranting ada 9 orang, maka minimal 4 di antaranya wajib dari kalangan muda,” paparnya.
Langkah atau kebijakan ini jelas tidak mudah dan tidak dapat dipungkiri berpotensi memicu gesekan dikalangan kader senior. Sementara itu Pemilu 2029 dan peradaban Indonesia Emas 2045 akan didominasi oleh suara perempuan dan generasi muda. “Jika kita ingin merebut kemenangan itu, kita harus membuka pintu rumah kita lebar-lebar untuk mereka (perempuan dan Gen Z),” pungkas Pavi. (ton/red)
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





