Khofifah Pantau Layanan Pengambilan Pin PPBD SMA

Fena Olyvira - 10 June 2019
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memantau layanan pengambilan pin PPDB di SMAN 15 Surabaya, Senin (10/6/2019). Foto : (Antara)

SR, Surabaya – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memantau layanan pengambilan pin Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA sederajat di SMA Negeri 15 Surabaya, Senin (10/6/2019).

“Saya ingin melakukan pemantauan bahwa kemarin saat cuti bersama PPDB tak berhenti kecuali hari H Lebaran. Tapi sehari sebelum dan sesudah Lebaran pengambilan pin PPDB tetap berjalan,” kata Khofifah kepada Antara.

Khofifah mengatakan, penerapan sistem zonasi dalam PPDB yang mengacu Permedikbud Nomor 51 tahun 2018, tidak serta merta berbasis nilai Ujian Nasional (NUN), namun memberikan ruang adanya pemerataan pendidikan yang lebih berkualitas.

Selain itu, sistem zonasi, menurut Khofifah akan mendorong adanya kesetaraan kualitas sekolah dan menghilangkan perspektif adanya sekolah unggulan dan non-unggulan.

“Kami berharap ada pertumbuhan dari peningkatan kualitas di setiap zonasi. Sehingga kita mendapat banyak multiplayer profit,” ujar mantan Menteri Sosial itu.

Tak hanya itu, sistem zonasi juga diharapkan mengurangi kemacetan di daerah tertentu karena kedekatan jarak rumah dengan sekolah.

Hal kedua yang menjadi harapan Khofifah adalah keluarga kurang mampu diberi ruang. Sebab mereka tak perlu memberikan tambahan ongkos untuk transport anaknya. Sehingga anak kurang mampu nantinya bisa bersekolah lebih tinggi.

“Dengan ini indeks pembangunan manusia di Jatim bisa terus didorong dan ditingkatkan. Kami berharap peningkatan derajat pendidikan berseiring dengan kualitas pendidikan masyarakat Jatim,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu murid yang mengambil pin di SMA 15 Surabaya, Iswatun mengapresiasi penerapan sistem zonasi pada PPDB. Menurutnya sistem zonasi pada PPDB dapat memberikan banyak ruang untuk siswa kurang mampu masuk ke sekolah yang berkualitas.

“Selama ini tidak ada kesulitan saat PPDB. Mungkin ribetnya ngantre waktu ambil pin. Selain itu tidak ada,” ucapnya. (*/ant/red)

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.