Kesurupan Rentan bagi Remaja. Ini Penyebab dan Pencegahannya
SR, Surabaya – Bagi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa, tentu tidak asing dengan istilah kesurupan.
Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kesurupan memiliki arti kemasukan (setan, roh) sehingga bertindak yang aneh-aneh.
Sedang dalam bahasa Jawa, surup untuk menyimbolkan waktu sore hari atau senja. Dimana pada waktu tersebut, konon masyarakat Jawa menganggap makhluk gaib berkeliaran.
Seringkali dikaitkan dengan makhluk gaib, ternyata kesurupan bisa dijelaskan dari sisi ilmu pengetahuan, tepatnya psikologi.
Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Michael Seno Rahardanto mengatakan, dalam Buku Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa, kesurupan tergolong sebagai gangguan identitas disosiasi.
“Disosiasi artinya terpecah. Apanya yang terpecah? kepribadiannya. Menurut ilmu kejiwaan yang disebut kesurupan itu adalah ketika kepribadian seseorang terpecah menjadi beberapa kepingan,” ujarnya dalam diskusi virtual yang bertajuk “Kesurupan pada Remaja”, Selasa (3/8/2021) malam.
Dosen yang akrab disapa Danto ini mengatakan, menurut teori disosiasi klasik, kepribadian bisa terpecah ketika seseorang mengalami stres akut, trauma yang kuat, yang tidak mampu ditahan oleh orang itu, sehingga mekanisme bawah sadar kepribadiannya memecah untuk menghindarkan dari rasa sakit yang tidak tertahankan.
Maka dari itu, ketika orang tersebut mengalami kesurupan, ia akan mengutarakan hal-hal yang selama ini tidak dapat diutarakannya dalam kondisi sadar.
Adapun beberapa gejala orang yang akan mengalami kesurupan diantaranya adalah keringat dingin, muntah, dan kepala berkunang-kunang.
Tampilkan SemuaTags: Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Kesurupan, Kesurupan dalam psikologi, Kesurupan Rentan bagi Remaja, mencegah kesurupan, mengatasi kesurupan masal, Michael Seno Rahardanto, Penyebab kesurupan
Berita Terkait
Tinggalkan komentar
Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.





