3 Ekor Anak Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen Pasuruan

Rudy Hartono - 5 May 2026
3 anak harimau benggala lahir di Taman Safari Indonesia II Prigen, Jawa Timur dengan nama Sri, Kandi dan Rajani., Senin (4/5/2026).

SR, Pasuruan  – Jumlah koleksi harimau benggala (Panthera tigris tigris) di Taman Safari Indonesia II Prigen, Jawa Timur, bertambah setelah 3 ekor betina anak harimau benggala terlahir. Satu di antara berwarna putih.

Ketiga anak harimau belum dapat dipertontonkan secara umum karena harus mendapatkan perawatan dan pengawasan intensif dari dokter hewan guna memastikan tumbuh kembang secara maksimal.

“Dengan lahirnya 3 anak harimau menambah koleksi di TSI II Prigen yang berjumlah 20 ekor. Ini bukti dari upaya kami dalam konservasi hewan yang dilindungi,” terang Komisaris Taman Safari Indonesia, Wilem Manansang, Senin (4/5/2026).

Dia menjelaskan, tiga anak harimau benggala tersebut terpaut dua hari. Dua ekor lahir pada 1 Maret 2026 dengan ciri berwarna oranye. Sedangkan, satu anak harimau benggala putih yang lahir pada 3 Maret 2026. Bayi harimau lahir dari pasangan indukan bernama Anja dan Rinjani. “Sedangkan pemberian nama pada anak harimau yakni Sri, Kandi dan Rajani,” tambahnya.

Lebih lanjut, Wilem menegaskan upaya konservasi eksitu di TSI II Prigen bukan hanya pada persoalan menjaga jumlah atau menambah satwa, melainkan juga menjaga genetik satwa. Sebab, setiap indukan dan anakan tercatat secara detail.

“Termasuk memastikan kualitas genetiknya. Seperti harimau benggala putih, merupakan gen resesif langka. Karena TSI juga sangat mendukung upaya pemerintah dalam rangka konservasi berbasis sains yang berkelanjutan,” jelasnya.

Dari pantauan, saat ini tiga anak harimau sudah dapat berjalan di area rerumputan. Bahkan, satu di antaranya terlihat lebih aktif dan dapat berinteraksi dengan keeper. Namun, tiga anak harimau tersebut masih tetap mendapat perawatan intensif karena masih mengandalkan asupan susu dari induknya.

“Anak harimau masih menyusu pada induknya. Jadi belum dapat dipertontonkan masih dikandang khusus agar lebih sehat dan tumbuh kembangnya tetap normal,” ujar drh. Nanang Tedjo Laksono. (*/ant/red)

 

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.