Kendalikan Angka Kelahiran, Ratusan Perempuan di Kediri Jalani MOW 

Yovie Wicaksono - 19 October 2023

SR, Kediri – Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Wara Sundari Renny Pramana berkunjung ke RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, Rabu (18/10/2023).

Adapun tujuan kedatangan legislator yang membidangi kesehatan tersebut adalah untuk melihat secara langsung pelaksanaan Bhakti Sosial MOW (Metode Operasi Wanita) atau tubektomi, tindakan pengikatan dan pemotongan saluran telur agar telur tidak dapat dibuahi oleh sperma.

Kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk sinergitas antara BKKBN Provinsi Jawa Timur dengan DP2KB3A Kabupaten Kediri dan RS SLG.

Saat datang di RS SLG, Wara Sundari Renny Pramana langsung bergegas menuju ruang pelayanan dilantai bawah dan mendatangi satu persatu pasien untuk berdialog sekaligus memberikan motivasi kepada mereka.

Setelah itu, Wara Sundari Renny Pramana bergegas beranjak ke lantai dua untuk melihat proses tindakan penanganan pasien.

“Saya datang kesini untuk memberikan motivasi,sekaligus melihat bagaimana proses penanganan terhadap pasien. Kita cek mulai dari pendataan, proses tunggu  hingga dilakukan penindakan dan recovery,” katanya.

Ia menilai penanganan yang dilakukan oleh tim medis sudah sangat bagus dan cepat. Apalagi ditunjang prasarana fisik rumah sakit yang sudah modern.

“Ini cepat sekali karena segala sesuatu sudah modern. Harapan saya dan tentunya juga harapan mas Bupati Kediri cara seperti ini bisa menekan angka stunting di Kabupaten Kediri yang sudah turun sebelumnya,” harapnya.

Wara Sundari Renny Pramana tidak menyangka jika kegiatan Bakti Sosial Metode Operasi Wanita ternyata mendapat sambutan antusias luar biasa dari masyarakat.

“Minat masyarakat sangat tinggi sekali mudah mudahan yang belum tercover nanti ada kelanjutan seperti ini lagi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KB3A) Kabupaten Kediri, Sekaraning Dewi Pergiwa Sari mengatakan tujuan dari kegiatan ini selain antisipasi stunting juga sebagai upaya untuk pengendalian kelahiran atau jumlah penduduk

“Maka kita laksanakan pelayanan Keluarga Berencana Baksos MOW. Untuk pelayanan kali ini sudah terlayani sebanyak 160 Aseptor. Dimana 16 Aseptor lainnya diketahui dari warga Kota Kediri sedangkan sisanya Warga Kabupaten Kediri,” jelasnya.

Para Aseptor didominasi usia diatas 30 tahun sampai 40. Usia dibawah 30 tahun tidak boleh, terkecuali yang bersangkutan sudah mempunyai anak lebih dari satu.

“Usia dibawah 30 tahun sebenarnya boleh kecuali dia harus mempunyai anak lebih dari 2, 3 atau 4. Jadi ini mereka yang ikut MOW memiliki anak lebih dari 1. Kegiatan ini berlangsung hanya 1 hari,” tuturnya.

Setelah dilakukan tindakan penanganan (operasi ringan) pasien harus recovery selama dua sampai tiga jam. Pasien juga disarankan untuk beristirahat tidak boleh bekerja terlalu berat. (rh/red)

Tags: , , ,

Berita Terkait

Tinggalkan komentar

Silahkan masuk atau daftar terlebih dahulu untuk memberi komentar.